JOGJA,HarianBernas.com--Para wisatawan asing maupun domestik tak terpengaruh dengan aksi teror di Jalan MH Thamrin Jakarta, Kamis (14/1) lalu. Ini terbukti, mereka tetap mendatangi obyek-obyek wisata yang ada di Jogja maupun daerah-daerah lain di Indonesia.
Di Jogja, misalnya, wisatawan asing tetap memadati obyek-obyek wisata seperti di Candi Prambanan, Candi Borobudur dan obyek-obyek wisata menarik lainnya. Tamu-tamu asing di hotel pun tetap santai dan tidak meninggalkan hotel sebelumnya waktunya.
Menurut Sekretaris DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranawa Eryana, Jumat (15/1), secara keseluruhan kondisi wisata di DIY tak terpengaruh dengan aksi teror bom di Jalan MH Thamrin. Kunjungan wisata saat ini masih normal sehingga pihaknya memastikan tidak ada pengaruh atau dampak pada penurunan wisatawan pascaaksi teror bom di Jakarta.
Di obyek-obyek wisata di Jogja pun masih banyak dikunjungi wisatawan asing. Seperti di Prambangan, banyak wisatawan mancanegara seperti dari Tiongkok tetap santai menikmati obyek wisata budaya tersebbut. Di hotel-hotel juga tidak ada pembatalan kunjungan wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing. “Semuanya masih berjalan seperti biasa, tidak ada pembatalan reservasi atau kunjungan ke Jogja,” kata Deddy.
Sejumlah wisatawan asing dari Belanda, Malaysia dan Tiongkok yang menjadwalkan kunjungan ke Jogja tetap memenuhi jadwal yang ditetapkan dan tidak melakukan pembatalan. Ia mengaku, kunjungan wisatawan ke Yogyakarta maupun DIY pada awal tahun cenderung lebih sedikit dibanding saat libur panjang akhir tahun. “Saat ini memang sudah masuk 'low season' sehingga kunjungan wisatawan tidak seramai biasanya,” kata Deddy.
Deddy pun tetap berharap agar aparat keamanan dan pemerintah bisa memberikan jaminan keamanan kepada warga sehingga seluruh warga bisa beraktivitas seperti biasa tanpa merasa takut.
Sementara Kepala Sub Bagian Humas Polresta Yogyakarta AKP Partuti Wijayanti mengatakan, pihaknya melakukan penambahan personel keamanan sesuai instruksi dari Kapolda DIY. Hal ini dilakukan di tiap pos polisi dengan tambahan dari Brimob dan tetap melakukan patroli rutin. “Personel yang disiagakan dua per tiga dari kekuatan yang ada atau sekitar 600 personel,” kata Partuti Wijayanti.
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, sebagai ibukota provinsi, Kota Yogyakarta akan selalu siaga. “Khusus untuk antisipasi aksi teror, akan dikoordinasikan lebih lanjut melalui forum komunikasi pimpinan daerah. Jika seluruh pihak menyatakan harus siaga, maka pemerintah akan siap,” kata walikota.
