JAKARTA,HarianBernas.com —Dari tujuh korban yang tewas dalam aksi teroris di Jalan HM Thamarin, Jakarta, Kamis (14/1) lalu, lima di antaranya diduga pelaku teror (teroris). Namun, dari lima terduga teroris itu, satu di antaranya masih di diselidiki dan ada kemungkinan terduga teroris.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (16/1) mengatakan, ke-7 korban yang meninggal dalam peristiwa Kamis (14/1) lalu adalah Rico Hermawan, jenis kelamin laki-laki, tahun kelahiran 1995 dan diidentifikasi sebagai warga sipil yang diperkuat dari rekaman CCTV, terlihat warga Jakarta bersama dengan polantas menuju pos untuk perkiraan terkena tilang.
Kemudian, Sugito kelahiran 1973. Ia diduga kemungkinan pelaku teroris, karena bisa jadi kemungkinan warga sipil, masih diselidiki lebih lanjut, bukti identitas otentik dari sidik jari. Selain itu, Dian Joni Kurniadi, kelahiran 1990 berjenis kelamin laki-laki dan diduga pelaku teror yang diidentifikasi dari sidik jari.
Sementara korban meninggal di depan halaman Starbucks adalah Afif alias Sunakin yang diduga pelaku, luka tembak yang teridentifikasi dari sidik jari dengan ciri memaki topi dan kaos biru. Kemudian, Amel Quali Taher, warga negara Kanada, laki-laki, tahun kelahiran 1946. Korban meninggal ditembak oleh pelaku, identitas dikenali karena ada paspor di sakunya. Dan Muhammad Ali yang diduga pelaku teror berjenis kelamin laki-laki, tahun kelahiran 1976. Ia meninggal di depan Starbucks. Identifikasi otentik dari sidik jari.
Sementara terduga teroris yang meninggal di dalam Starbucks adalah Ahmad Muhazin, diduga pelaku bom bunuh diri di dalam Starbucks, karena ditemukan luka khas di perut hingga dada akibat pusat ledakan.
Menurut Kombes Mohammad Iqbal, dari identifikasi tersebut tujuh orang yang meninggal, empat diduga pelaku, satu masih mungkin diduga pelaku dan dua warga sipil (satu WNA dan satu WNI). Polda Metro makan menjelaskan secara detil setelah ada hasil terbaru dari penyidikan. Hingga saat ini total korban adalah 33 orang, termasuk tujuh meninggal dunia.
