MANADO, HarianBernas.com – Kawah Gunung Lokon, yang berada di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, diprediksi masih berpotensi untuk erupsi freatik (letusan uap) Hal ini diperkirakan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Bandung.
“Ancaman saat ini adalah terjadi letusan uap yang dapat terjadi secara tiba-tiba disertai lontaran lapili hingga bongkahan serta letusan debu vulkanik,” kata Farid R Bina, selaku Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen , pada Sabtu (13/2).
Lontaran material, diperkirakan akan terjadi dalam radius satu kilometer dari pusat erupsi yaitu kawah Tompaluan. Sedangkan hujan debu lebat, akan menjangkau radius 1,5 dari titik erupsi.
PVMBG merekomendasikan, bahwa radius bahaya adalah sejauh 1,5 km dari kawah sebaknya dipatuhi warga dan pendaki.
Saat ini, status sudah dinaikkan menjadi Waspada (Level II).
“Bukan berarti kalau status Siaga sudah tidak terekam lagi adanya gempa vulkanik, kami masih merekamnya. Sehari diperkirakan terjadi gempa vulkanik sekitar tiga hingga lima kali,” jelasnya.
