HarianBernas.com ? Indonesia sebagai negara yang terletak diantara 2 lempengan bumi dan 2 samudera membuat negara ini rawan terkena gempa bumi. Setiap tahun, di Indonesia terjadi gempa bumi. Seperti gempa Padang, gempa Yogyakarta, Gempa Tasikmalaya dan yang baru saja terjadi tadi malam (2/3/16) Gempa di Mentawai dengan kekuatan 7.8SR. Walaupun kita sudah sering mengalami gempa bumi, namun masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengerti bagaimana cara menyelamatkan diri ketika gempa terjadi.
Inilah beberapa langkah yang dapat dilakukan ketika gempa terjadi yang dilansir dari danahauses.blogspot.co.id:
- Bila gempa bumi terjadi disaat kita berada di lantai atas dan berada di ketinggian tertentu, jangan pernah panik dan jangan turun menggunakan lift bahkan tangga darurat. Karena tangga darurat hanya dibuat untuk menyelamatkan diri ketika ada kebakaran. Jika tetap menuruni tangga darurat untuk menyelamatkan diri, maka bisa jadi tangga tersebut akan roboh karena struktur tangga yang didesain bukan untuk gempa bumi. Pada akhirnya bisa jadi tangga tersebut roboh dan menimpa orang-orang yang menuruni tangga.
- Jauhkan diri kita dari hal-hal yang mudah pecah, benda berat yang membahayakan seperti berada di bawah lampu hias, di dekat kaca jendela, rak atau lemari kaca.
- Bersembunyilah di meja yang memiliki struktur kuat. Hal ini dilakukan untuk melindungi tubuh dari terkena runtuhan atau timpaan benda keras yang terjadi karena gempa bumi.
- Namun ketika kita tidak menemukan satu pun meja yang bisa digunakan untuk berlindung, maka carilah pojok ruangan. Hal ini perlu dilakukan karena struktur terkuat dari bangunan biasanya terletak di pojok ruangan. Ketika gempa terjadi, berjongkoklah di pojok ruangan dengan melindungi bagian tubuh kita seperti kepala dengan barang-barang yang dikenali seperti tas ataupun buku sehingga akan memudahkan tim evakuasi untuk menyelamatkan diri kita.
- Jika dirasa gempa sudah berhenti, segeralah keluar dari gedung atau ruangan tempat kita berlindung untuk menghindari kemungkinan terjadi gempa susulan yang bisa jadi lebih besar dari sebelumnya.
Semoga dengan beberapa langkah di atas kita tidak menjadi panik. Selain itu kita bisa melatih diri kita melalui berbagai simulasi dari dinas ataupun instansi yang terkait dengan bekerjasama melalui pemerintah terkecil dari lingkungan kita atau tempat kita bekerja dalam melatih kesiapan kita dalam menghadapi gempa bumi.
-1024x765.jpg)