KUNSHAN, HarianBernas.com – Kerja keras Indonesia tampaknya belum bisa menyeimbangi permainan apik Denmark dalam laga final Piala Thomas yang diselenggarakan di Kunshan, Tiongkok setelah dikalahkan dengan skor 2-3.
Dalam laga ini, tim Indonesia dan Denmark silih berganti mengejar poin, hingga game ke lima.
Kekalahan Indonesia dimulai saat game pertama, dimana Tommy Sugiarto tidak berdaya menyeimbangi permainan Victor Axelsen yang berada diperingkat 4 dunia, dengan dua set sekaligus, 18-21 dan 17-21.
Pada game kedua, Indonesia bisa menyeimbangin poin menjadi 1-1, setelah M.Ahsan/Hendra Setiawan mengalahkan pasangan Mads Conrad Petersen/Mads Kolding dengan dua set, 21-18 dan 21-13.
Namun Indonesia kembali kehilangan ketika di game ketiga, saat Anthony Ginting dikalahkan Jan O Jorgansen, 17-21 dan 12-21.
Lagi-lagi, pasangan ganda putra kembali bisa menyeimbangi skor Indonesia menjadi 2-2, setelah Angga Pratama/Ricky Karanda mengalahkan Kim Astrup/Anders Rasmusen, 21-16 dan 21-14.
Tapi sayangnya perjuangan Indonesia meraih gelar ke 14 Piala Thomas harus lepas dari genggaman, setelah pemain kelima Indonesia, Ichsan Maulana harus mengakui keunggulan Hans Kristian Vitinghus dua set, 15-21 dan 7-21.
Menanggapi hal ini, Kepala Komunikasi Kemenpora, Gatot S Dewabroto menilai kekalahan ini bukanlah akhir, karena kedepan ada event yang lebih besar, yaitu Olimpiade.
?PBSI sudah berjuang keras menyiapkan strategi, hingga mampu mencapai final, namun di babak final, para pemain Denmark tampil merata, dan kita belum bisa menyeimbangi,? papar Gatot saat acara nonton bareng final Piala Thomas di Kemenpora, Jakarta, Minggu (22/5/16).
