JAKARTA, HarianBernas.com – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana akan mengundang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke kantornya.
Pemanggilan kader organisasi mahasiswa yang banyak mencetak intelektual muda dan para pejabat negara ini, dilakukan menyusul adanya dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang terhadap HMI.
“Yang soal HMI, KPK akan mengajak HMI bertemu untuk membicarakan hal ini,” kata Yuyuk ketika ditanya HarianBernas.com perihal kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Saut terhadap HMI, di Jakarta, Minggu (8/5/16).
Kendati menyebut akan melakukan pertemuan, Yuyuk belum menginformasikan kapan keduanya akan bertemu dan dimana lokasi pertemuan. Yang pasti kata Yuyuk, dengan jalan musyawarah, nantinya akan mendapat solusi yang tepat atas dugaan pencemaran ini.
“Kami percaya kesalahpahaman ini bisa segera diakhari, tentu dengan berkomunikasi satu sama lain,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, saat menjadi salah satu narasumber ?Harga Sebuah Perkara? di TV One pada Kamis (5/516) lalu, Saut dituding kader HMI mendiskreditkan lembaganya, karena menuduh kader HMI yang lulus pelatihan kaderisasi (LK) korup dan jahat.
“Mereka (KAHMI/HMI) orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau HMI minimal LK (Latihan Kaderisasi). Tapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat,” kata Saut.
Atas ungkapan bernada hinaan tersebut, rencana pengurus HMI akan melaporkan mantan staf ahli BIN ini ke polisi.
Selain itu, mereka juga menuntut Saut meminta maaf dan dipubliksan di 5 media cetak dan TV nasional 5 hari berturut-turut.
Dilain pihak, kendati dituduh menghina, dalam sebuah video berdurasi 0:45 detik yang dipublish Badiko News Channel di laman Youtube bertajuk ''KAHMI vs Saut Situmorang'', Saut tidak secara spesifik menghina HMI.
Ia hanya mencoba menganalogikan bahwa para koruptor kebanyakan berasal dari orang pintar, minimal jika ikut HMI sudah lulus LK 1 (Lembaga Kepimpimpinan).
“Karakter dan integritas bangsa ini sangat rapuh. Orang yang baik di negara ini mas, jadi jahat ketika dia sudah menjabat. Lihat saja tokoh-tokoh politik. Itu orang pintar semuanya. Orang itu, orang-orang yang cerdas. Saya selalu bilang, kalau dia HMI minimal dia ikut LK (Latihan Kepepimpinan) 1, lulus itu, yang anak mahasiswa, pinter. Tapi begitu dia menjabat ia jadi jahat, curang, greedy (rakus),'' kata Saut dalam laman video tersebut.
Menurut Saut, adanya orang pinter terjerat kasus korupsi, selain faktor internal, juga dipengaruhi faktor eksternal seperti sistem politik yang tidak baik.
“Ini karena apa? Karena sistem belum jalan. Adapun peraturan-peraturan itu tidak pernah kita jalankan. Ini artinya, kenapa karakter dan integritas orang berubah, ini persoalan bangsa kita. itu yang saya bilang perdaban bangsa kita ini karena apa, karena tidak memulai dari sesuatu dari yang kecil,” imbuhnya.
