JAKARTA, HarianBernas.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepastian validitas penerima subsidi listrik sehingga masyarakat tidak mampu saja yang mendapatkan insentif itu, Rabu (22/6).
?Terkait subsidi, tolong dikalkulasi hati-hati. Cermat dalam menghitung dan cermat dalam penerapannya sehingga subsidi tepat sasaran, terutama bagi yang tidak mampu, yang miskin,” kata Presiden Jokowi di Kantor Presiden.
Presiden ingin memastikan hanya warga tidak mampu yang benar-benar memperoleh subsidi. Permintaan kepastian validitas penerima subsidi listrik tersebut diucapkan Presiden saat memimpin rapat terbatas tentang percepatan program infrastruktur kelistrikan 35.000 MW dan penerapan subsidi listrik.
Presiden meminta kecermatan data di lapangan sehingga tidak perbedaan data dalam penerapan subsidi tepat sasaran, terang Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Sujatmiko dalam siaran pers di Jakarta.
Di sisi lain, Menteri ESDM Sudirman Said menyebut dalam waktu dekat, Kementerian ESDM bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution akan mengkaji ulang hasil identifikasi data lapangan agar warga yang layak mendapatkan subsidi, benar-benar mendapatkan subsidi,” ujar Sudirman Said.
Dari 18,7 juta pelanggan 900 VA, yang tak layak menerima subsidi, sekitar 200 ribu. Di antara 200 ribu masih perlu dikaji atau diverifikasi lagi sehingga warga yang layak saja, benar-benar mendapatkan subsidi.
Pejabat negara yang hadir dalam ratas, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani, Menteri ESDM Sudirman Said, Dirut PLN Sofyan Basir, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.
