JAKARTA, HarianBernas.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan menyebut capaian pendidikan dan kebudayaan terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk melihat pencapaian kinerja pendidikan dan kebudayaan, data menjadi indikator untuk melihat hasil capaian program yang telah dijalankan, Kamis (16/6).
“Untuk mencapai target pendidikan dan kebudayaan, kami merujuk pada Nawacita yang telah tertuang pada RPJMN 2015-2019 dan membentuk arah visi kita yang menurunkan misi sebagai wujud dalam membuat kebijakan,serta memberikan arah pada capaian kerja pendidikan dan kebudayaan,” ujar Anies di Jakarta.
Hasil capaian peningkatan partisipasi pendidikan dalam pendidikan, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah tahun 2015 meningkat menjadi 79,02 persen dari tahun sebelumnya 75,53 persen. Untuk sekolah menengah pertama pada tahun 2016 capai 100,72 persen dan sekolah dasar 108,00 persen.
Ketika melihat lama sekolah, kita perlu melihat usianya,misal usia 20-24 tahun kelompok penduduk yang berada pada wajib belajar 9 tahun. Dari kelompok umur, ada peningkatan cukup signifikan. Dari tahun ke tahun, meningkat. Alhamdullilah ini kerja luar biasa, tambah Anies.
Persentase Penduduk Indonesia yang Melek Aksara Terus Meningkat
Mendikbud menyebut hampir seluruh penduduk usia 15-24 tahun melek aksara, yaitu 99,7 persen. Pada usia 25-44 tahun, persentase melek aksara naik dari 98,3 persen menjadi 98,5 persen. Untuk kelompok usia 45 tahun ke atas, persentase angka melek aksara naik dari 87,8 persen menjadi 88,1 persen.
Pendidik dan tenaga kependidikan berperan dalam peningkatan angka partisipasi penduduk dalam pendidikan dan juga peningkatan persentase jumlah penduduk yang melek aksara.
Kemdikbud mempunyai tugas untuk memastikan guru-guru berkompeten dan tersertifikasi. Dari total guru yang diangkat sampai tahun 2005,yaitu 1,7 juta guru. Di tahun 2015, sudah ada 1,63 guru tersertifikasi. Sekitar 93,3 persen, telah tersertifikasi, jelas Mendikbud.
Pendidikan pun tidak terlepas dari peran bahasa. Bahasa menjadi salah satu kepedulian kita. Pihaknya telah menambah lema atau kosakata baru Bahasa Indonesia sebanyak 109.611. Naik 800 lema dari tahun 2014. Harapannya, Bahasa Indonesia semakin kaya diksinya sehingga tidak perlu lagi serapan asing lagi, tutur Anies.
Selain dari capaian pendidikan, Kemendikbud juga memiliki capaian dalam kebudayaan. Sampai tahun 2015, Kemdikbud telah menginventarisasi 88.709 peninggalan purbakala dan menetapkan 963 sebagai cagar budaya. Pencapaian kinerja kebudayaan tidak lepas dari peran masyarakat.
