JAKARTA, HarianBernas.com– Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan dinas kesehatan DKI Jakarta, serta dinas kesehatan Jawa Barat agendakan imunisasi ulang korban vaksin palsu di RSU Kecamatan Ciracas, RS Harapan Bunda Jakarta Timur, dan RS Sayang Bunda Bekasi, Minggu (17/7).
“Kami memutuskan untuk melakukan imunisasi wajib untuk memitigasi dampak pemberian vaksin palsu. Besok, hari Senin kita sudah mempersiapkan bersama dengan Dinkes DKI Jakarta, Dinkes Jawa Barat, kita akan laksanakan di tiga tempat,” terang Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di Jakarta.
Pelaksanaan imunisasi ulang dilakukan untuk memenuhi korban pemberian vaksin palsu secara keseluruhan. Dokter anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia akan mendampingi imunisasi ulang ini. Teknis pemberian vaksin dari IDAI akan direkomendasikan dan menjadi pedoman untuk dipakai secara seragam di seluruh Indonesia.
Satgas Penanganan Vaksin Palsu, sudah mendata beberapa korban vaksin palsu untuk imunisasi ulang. Kemarin, terdata sekitar 20 orang.Tentunya, akan masih bertambah. Kemenkes telah berbincang dengan pihak rumah sakit yang terdaftar memberikan vaksin palsu dan mengakui keteledoran yang dilakukan pengelola fasilitas kesehatan. Menkes menjamin akan memberikan sanksi dan melakukan tindakan hukum yang sesuai.
