JAKARTA, HarianBernas.com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganggap tekanan ekonomi global saat ini dalam keadaan tidak normal sehingga harus diselesaikan dengan cara-cara tidak biasa, Kamis (28/7)
“Ini adalah sebuah keadaan tidak normal. Harus kita selesaikan dengan cara-cara tidak biasa,” tutur Presiden Jokowi ketika menutup Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Istora Senayan Jakarta, Kamis malam.
Saat ini, semua negara sedang mengalami kesulitan-kesulitan ekonomi. Tak ada satu negara pun lolos dari tekanan ekonomi global. Bahkan, ada negara yang presidennya jatuh karena ekonomi minus. Ada pemerintahan gagal sehingga terjadi penjarahan karena pertumbuhan ekonomi minus, lanjut Jokowi.
Kesulitan dan tekanan ekonomi global juga dialami di Indonesia. Ini adalah sebuah keadaan yang tidak normal. Tidak mungkin lagi tekanan-tekanan ekonomi yang tidak normal itu diselesaikan dengan cara-cara biasa apalagi dengan bekerja yang normal-normal, tidak mungkin bisa keluar dari situasi yang sulit seperti itu, tegas Jokowi.
Yang dibutukan sekarang adalah kecepatan dalam memutuskan satu masalah sehingga perubahan-perubahan di lapangan cepat bisa kita antisipasi. Kebijakan bisa cepat dilakukan bila ada stabilitas keamanan dan politik.
Jokowi mencontohkan kebijakan amnesti pajak yang didukung DPR melalui pembahasan RUU yang cepat selesai.
