YOGYAKARTA, HarianBernas.com– Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifudin masih akan mencermati dan mendalami permintaan Pemerintah Turki untuk menutup sejumlah sekolah yang dianggap berafiliasi dengan Fethullah Gulen di Indonesia, Jumat (19/7).
“Pemerintah Indonesia masih mencermati sambil terus mengkaji mengenai hal itu,” jelas Menteri Lukman seusai menutup Jambore Pasraman IV di Yogyakarta, Jumat.
Kementerian Agama akan terus mendalami, apakah sekolah yang dimaksud Pemerintah Turki itu mempunyai kerjasama dengan madrasah atau sekolah umum. Kalau madrasah akan menjadi tanggung jawab Kemenag, tapi kalau sekolah di Kemendikbud.
Setelah Pemerintah Indonesia melakukan pendalaman, akan disampaikan secara resmi kebijakan yang akan ditempuh untuk merespon permintaan Pemerintah Turki melalui kedutaannnya di Jakarta.
Beberapa waktu lalu, Kedutaan Besar Turki mengeluarkan rilis yang meminta Pemerintah RI menutup sekolah-sekolah yang terkait dengan jaringan Organisasi Teroris Fethullah (FETO).
FETO merupakan sebutan Pemerintah Turki untuk para pengikut Fethullah Gulen, seorang ulama yang dituduh oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai dalang aksi percobaan kudeta militer di Turki, beberapa waktu lalu.
Dalam rilis, ada 9 sekolah yang diduga terkait dengan jaringan Gulen, 1. Pribadi Bilingual Boarding School, Depok, 2. Pribadi Bilingual Boarding School, Bandung, 3.Sragen Bilingual Boarding School, Sragen, 4.Fatih Boy's Shool, Aceh, 5.Fatih Girl's School, Aceh, 6.Banua Bilingual Boarding School, Kalimantan Selatan, 7. Kharisma Bangsa Bilingual School, Tangerang Selatan, 8.Semesta Bangsa Bilingual Boarding School, Semarang, 9.Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School, Yogyakarta.
