YOGYAKARTA, HarianBernas.com-Peluncuran program “Innovating Jogja” akan melahirkan banyak pengembangan inovasi para pelaku usaha dan “start-up” di Yogyakarta, terutama pada sektor produksi batik, barang kulit, dan kerajinan, Selasa malam (19/7).
“'Innovating Jogja' merupakan kompetisi terbuka bagi 'start-up', pelaku usaha, dan umum yang memiliki ide bisnis atau rencana pengembangan usaha berbasis inovasi,” jelas Haris Munandar, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian.
Kepala BPPI menyebut telah terpilih 45 kandidat yang berhak ikut “Boot Camp” atau pelatihan tentang ragam aspek bisnis, misal manajemen keuangan, hak kekayaan intelektual, pemasaran dan “branding”, dan perencanaan usaha.
Selanjutnya, 12 orang yang terpilih dari “Boot Camp” segera mengikuti program akselerasi untuk memperoleh pendampingan intensif dari pebisnis senior dan tenaga ahli di Yogyakarta. Setelah itu, di akhir program, akan dipilih enam juara yang akan memperoleh dukungan bisnis, pendanaan, dan peluang ekspor.
Latar belakang diluncurkan program Innovating Jogja adalah saat ini banyak pelaku usaha dan “start-up” yang mempunyai ide, tetapi kesulitan mengembangkannya. 'Innovating Jogja' dimulai dari studi sekitar satu tahun mengenai pengembangan inovasi di Indonesia. Program ini melibatkan Kementerian Perindustrian, Bank BNI, Uni Eropa, serta perguruan tinggi dan pebisnis di Yogyakarta.
Program 'Innovating Jogja' juga tercetus dari diskusi para pemangku kepentingan di Yogyakarta untuk menguatkan dan mengembangkan inovasi bisnis para pemula, pelaku usaha kecil, dan menengah berpijak dari kegiatan bersama.
Harapannya, program 'Innovating Jogja' banyak memunculkan inovasi bisnis dengan memberikan akses peluang pengembangan usaha kecil dan menengah sehingga berkembang dan menaikan taraf perekonomian masyarakat kecil dan menengah di Yogyakarta.
Delegasi European Union-Indonesia Trade Cooperation Facility (TCF) Satrio Sumantri Brojonegoro menyebut “Innovating Jogja” menjadi salah satu dari program kegiatan inovasi dari European Union-Indonesia TCF. Meskipun Uni Eropa ikut membiayai, program 'Innovating Jogja' milik pemangku kepentingan di Yogyakarta yang saat ini membuka pendaftaran ide kreatif dan inovatif dari para pelaku usaha.
