JAKARTA, HarianBernas.com-Presiden Joko Widodo meminta warung kecil menjadi agen penukaran kupon digital (e-voucher) bantuan pangan pengganti program beras untuk keluarga miskin (raskin), Selasa (19/7).
“Untuk outletnya, yang diminta oleh Pak Presiden adalah warung-warung rakyat,” terang Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto usai rapat terbatas tentang perubahan raskin menjadi bantuan pangan di Kantor Presiden.
Dengan memberdayagunakan warung-warung kecil, Pemerintah akan bisa ikut mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di masyarakat. Kupon digital rencananya akan diterapkan awal 2017 di beberapa daerah di Indonesia.
Rencananya, moda transaksi kupon digital akan memakai kartu serta fasilitas Komunikasi Jarak Dekat (NFC) di telepon pintar untuk ditukarkan dengan kebutuhan pangan. Pengelolaan dana kupon digital akan dikelola sejumlah bank BUMN dan perusahaan telekomunikasi PT Telkomsel.
Sasaran 15,5 juta rumah tangga. Untuk tahap uji coba, sekitar 5.000 rumah tangga. Pemerintah akan menggunakan data BPS, tapi database ini sekarang kami kelola bersama-sama Kementerian Sosial. Untuk tahap uji coba, akan dilaksanakan di bulan Agustus-September 2016 di delapan kota/kabupaten seperti Medan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Bogor, Surakarta, Malang, Sidoarjo dan Makassar.
Pemerintah akan fokus pada pengawasan uji coba sistem transaksi secara cermat agar tepat guna dan efisien. Presiden Jokowi berharap perubahan kebijakan bantuan tersebut dapat sebagai penyeimbang gizi, yaitu memberikan pilihan bahan pokok yang akan dikonsumsi kepada masyarakat.
