YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Badan SAR Nasional mengadakan latihan tanggap darurat bencana gempa bumi bertaraf internasional bersama 24 negara Asia Pasifik di Yogyakarta dari hari Senin (25/7) sampai Jumat (29/7).
“Pelatihan ini membangun kapasitas Basarnas dengan berbagi pengalaman bersama negara-negara Asia Pasifik anggota INSARAG,” kata Marsekal Madya FHB Soelistyo, Kepala Badan SAR Nasional ketika membuka pelatihan “INSARAG Asia Pacific Regional Earthquake Response Exercise 2016” di Yogyakarta, Senin (25/7).
Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi pelatihan karena kondisi geografis Yogyakarta yang dikenal mempunyai beragam potensi ?pasar? bencana di Indonesia,misal gempa bumi, longsor, banjir gunung berapi, serta potensi tsunami.
Untuk kedua kalinya, pelatihan bertaraf internasional ini digelar Basarnas. Dalam bencana, pelatihan ini dapat menguji, memperkokoh sistem koordinasi, dan pengendalian operasi SAR Basarnas dengan instansi terkait secara nasional dan internasional.
Selain itu, dapat menyelaraskan bermacam aturan internasional untuk memenuhi kualifikasi tim Urban SAR, khususnya di Asia Pasifik. Dalam konteks eksternal, pelatihan ini patut dilaksanakan agar memiliki peluang untuk tampil dan terlibat ketika terjadi bencana atau tragedi kemanusiaan di negara lain.
“Kita tidak bisa tinggal diam ketika terjadi bencana kemanusiaan di negara lain. Kita komitmen Basarnas dalam penanganan bencana kemanusiaan,” imbuh Marsekal Madya FHB Soelistyo.
INSARAG beranggotakan 25 negara, misal Indonesia, Myanmar, Tiongkok, Jerman, Inggris, Thailand, Swiss Amerika Serikat, Selandia Baru, Australia, Brunei Darusalam, Nepal, dan Malaysia.
