YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Direktur Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari membeberkan tiga fungsi utama sejarah, Senin (26/7).
“Ada tiga hal penting sejarah, yaitu sebagai pengingat, pengikat, dan penyemangat,” tegas Triana saat membuka kegiatan Lawatan Sejarah Nasional (Lasenas) XIV di Balai Kepatihan Yogyakarta, Senin malam.
Untuk poin pertama sebagai pengingat, bangsa Indonesia perlu mengingat kembali apa yang telah dicapai para leluhur dan pejuang saat mendirikan sebuah negara yang bukan proses ringan, tetapi memerlukan perjuangan dan pengorbanan. Untuk poin kedua sebagai pengikat, sejarah membuktikan bahwa kemerdekaan mampu menyatukan beragam latar belakang di Indonesia menjadi negara yang bersatu padu dan kuat. Untuk poin ketiga sebagai penyemangat, capaian masa lalu yang telah diwujudkan pendiri bangsa penting ditindaklanjuti agar menjadi batu loncatan yang lebih jauh bagi kemajuan bangsa ini.
Lasenas adalah kegiatan perjalanan mengunjungi situs bersejarah yang berorientasi pada nilai perjuangan dan persatuan bangsa. Kegiatan ini diadakan Direktorat Sejarah Ditjen Kebudayaan Kemendikbud dari tanggal 25-29 Juli 2016 dari Yogyakarta, ke Kabupaten Pacitan, lalu ke Kabupaten Nganjuk di Provinsi Jawa Timur.
Lasenas XIV akan napak tilas lokasi bersejarah jalur gerilya Jenderal Soedirman, serta bertemu beberapa tokoh yang terlibat langsung atau mempunyai pengetahuan tentang Jenderal Soedirman .
Lokasi lawatan di Yogyakarta, misal Museum Panglima Besar Jenderal Soedirman, Makam Jenderal Soedirman, dan Museum Benteng Vredeburg. Di Pacitan, Jawa Timur, lokasi yang akan dilawat, yaitu Museum Rumah Tinggal Jenderal Soedirman dan Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman. Di Nganjuk, Jawa Timur, lokasi yang akan dilawat, yaitu lokasi penyusunan strategi Jenderal Soedirman di Bajulan dan Museum tempat kelahiran Dr. Soetomo.
