JAKARTA, HarianBernas.com-Menko Politik, Hukum, dan Keamanan (menkopolhukam), Luhut Binsar Panjaitan menyebut tim negosiator pembebasan 10 anak buah kapal (ABK) WNI telah disiapkan, Selasa (12/7).
Penyusunan tim negosiator yang terdiri dari pihak Indonesia dan Filipina itu di bawah koordinasi pemerintah Indonesia. Pembentukan tim negosiator senada dengan pilihan Pemerintah Indonesia yang memilih jalan perundingan untuk menyelamatkan sandera karena pilihan pembebasan militer terhalang konstitusi Filipina tentang pelarangan pelibatan militer asing untuk beroperasi di negaranya.
“Tidak, belum ada,” jelas Luhut saat disinggung tentang izin operasi militer.
Selain menyusun tim negosiator, Indonesia terus meningkatkan kerjasama keamanan jalur perdagangan laut berdasar pertemuan trilateral menteri pertahanan Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Pertemuan ketiga negara akan dilaksanakan Selasa-Rabu pekan depan di Kuala Lumpur, Malaysia.
Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis TNI AD Mayor Jenderal (Purnawirawan) Kivlan Zen mengakui dirinya akan turut serta menjadi penasihat tim negosiator pembebasan sandera WNI di Filipina.
Proses negosiasi juga kemungkinan akan melibatkan pimpinan Moro National Liberation Front (MNLF), Nur Misuari yang pada dasawarsa '90-an aktif menggelar perlawanan bersenjata kepada Istana Malacanang agar pemerintahan Ferdinand Marcos memperhatikan secara lebih kepada minoritas muslim di Filipina bagian selatan.
