Bekasi, HarianBernas.com-Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat, rekomendasikan pasien anak yang sempat vaksinasi di empat rumah sakit yang terindikasi memasarkan vaksin palsu untuk segera vaksin ulang, Kamis (14/7).
“Kami sulit mendata satu per satu anak yang menerima vaksin palsu karena butuh tenaga, biaya tinggi, dan waktu panjang,” kata Tety Manurung, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi di Bekasi.
Imbauan vaksinasi ulang dilakukan untuk menyikapi adanya temuan tiga rumah sakit swasta di Bekasi yang memasarkan vaksin palsu berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan, yaitu RS Sayang Bunda Pondok Ungu Bekasi Utara, RS Permata di Kecamatan Mustikajaya, RS Elisabeth di Kecamatan Narogong, dan RS Hosana Medica Bekasi di Kecamatan Rawalumbu.
Sebelumnya, penelusuran sudah dilakukan kepada 38 rumah sakit swasta, satu di antaranya yang dicurigai adalah RS Hosana Medica karena hanya RS Hosana yang mendapat pasokan obat dari distributor tidak resmi, imbuh Tety.
Tidak resmi karena distributor obat tersebut tidak dikenal dan tidak masuk dalam daftar dari dinas terkait. Distributor resmi sudah menjalankan proses verifikasi terkait badan hukum, jalur distribusi, dan produk yang digunakan. Masyarakat harus lebih waspada dalam penggunaan vaksin di pasaran.
