JAKARTA, HarianBernas.com – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) merancang peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2016 agar mendorong berkembangnya inovasi yang menyokong pertumbuhan digital ekonomi, Jumat (15/7).
Di Jakarta, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe menyebut dasar pijakan pengembangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019 memuat pembangunan bisa mantap dilakukan dengan menyeluruh melalui penekanan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang basis Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia, Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, serta kemampuan Iptek.
Saat ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat dunia, terutama sektor ekonomi. Digital ekonomi akan menjadi sektor yang akan didorong Pemerintah agar ikut andil dalam pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Kemenristekdikti mengarahkan pengembangan inovasi supaya menyokong digital ekonomi.
Pada peringatan Hakteknas ke-21, 10 Agustus 2016 di Surakarta, Jawa Tengah, pemanfaatan inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi akan dimanfaatkan untuk membangun tujuh bidang fokus pengembangan iptek: 1.pertanian dan pangan, 2.energi baru terbarukan,3. material maju, 4.transportasi, 5.kesehatan dan 6.obat, hankam, dan maritim.
Hal yang perlu diingat adalah memastikan semua unsur “Academician, Business, Government, and Community” (ABGC) benar-benar berjalan dalam pengembangan iptek dan inovasi untuk digital ekonomi.
Sementara itu, Staf ahli Bidang Teknologi Hankam, Kemenristekdikti, Goenawan Wibisana menyebut database menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan digital ekonomi. Pengembangan teknologi dan inovasi akan sangat terbangun dengan pemanfaatan kemajuan TIK,misal jasa transportasi telah memulainya dengan aplikasi yang berkembang menjadi digital ekonomi.
