HarianBernas.com – Jika kita melihat ke atas langit malam, salah satu pemandangan indah yang bisa kita jumpai adalah bulan yang bersinar terang. Tapi tahukah Anda kalau bulan nyaris saja tidak bisa terlihat indah seperti sekarang kalau saja AS benar-benar menjalankan proyek militernya?
Proyek militer yang dimaksud di sini adalah Proyek A119. Dalam proyek ini, AS berencana meluncurkan roket nuklir ke permukaan bulan. Begitu roketnya meledak, awan nuklir yang tercipta akan membantu menunjukkan superioritas AS di luar angkasa ke hadapan masyarakat dunia.
Tujuan AS menggulirkan Proyek A119 tidak lepas dari fakta kalau Uni Soviet sedang mengungguli AS dalam perlombaan teknologi di luar angkasa. Kebetulan sejak tahun 1957 Uni Soviet berhasil meluncurkan sejumlah wahana bernama Sputnik ke luar bumi. AS juga berharap kalau ledakan yang timbul dapat digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya mikroba di bulan.
Proyek A119 bermula ketika pada tahun 1958, AS mendekati sejumlah ilmuwan untuk ikut terlibat dalam proyeknya. Salah satu ilmuwan yang terlibat dalam proyek ini adalah Leonard Reiffel. Reiffel sempat meluncurkan beberapa laporan hasil riset hingga tahun 1959. Namun semua hasil risetnya tersebut dihancurkan pada tahun 1987.
Proyek A119 sendiri pada akhirnya tidak jadi direalisasikan akibat adanya pertimbangan kalau tindakan AS tersebut akan menuai kecaman dari negara-negara lain. Sebagai gantinya, AS beralih ke proyek alternatif untuk mengirimkan manusia ke permukaan bulan.
