BANDUNG, HarianBernas.com ? Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung sekitar pukul 12.00 WIB, Senin (24/10/16) kemarin menimbulkan banjir yang disebut tsunami kecil.
Banjir yang melanda di ruas Jalang Pagarsih di Kelurahan Cibadak, Astana anyar mengakibat sebuah mobil Nissan Grand Livina hitam dan satu unit sepeda motor sampah roda tiga tertelan Sungai Citepus.
Ketua RW 02, Kelurahan Cibadak, Ceppy Setiawan menyampaikan hujan deras itu juga menyeret mobil Grand Livina hingga 200 meter kemudian membelok mengikuti aliran air hingga masuk ke Sungai Citepus yang lebarnya 6 meter dan kedalamannya lebih dari 6 meter.
Irma pemilik mobil hanya pasrah melihat kondisi mobilnya rusak parah dan ditemukan di bawah jembatan Jalan Pasir Koja. Ternyata, mobil itu hanyut sejauh satu kilometer dari selokan besar Jalan Pagarsih.
“Jujur saya shock sekali, soalnya baru pertama kali,” ujar Irma, Selasa (25/10/16).
Mobil itu ditemukan oleh petugas kepolisian dan Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung, Selasa pagi. Pemindahan mobil dilakukan sejak pukul 08.00 WIB dan mengalami kesulitan untuk mengangkat.
“Kesulitannya sampah pasir dan batu ada di dalam kendaraan, pakai crane saja tadi tidak terangkat. Posisinya juga di bawah jembatan, jadi agak sulit,” ujar Kepala Seksi Pammat Sabhara Polda Jabar, Kompol Nana di lokasi.
Sementara, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jabar, Kombes Yusri Yunus menyampaikan ada satu korban yang meninggal dunia bernama Ade Sudrajat karena terseret arus air yang dideras. Jenazahnya ditemukan di depan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 15 Jalan Setiabudi, Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Menurut keterangan seorang saksi, tubuh korban terseret arus yang deras dan masuk ke dalam selokan ketika akan menolong seorang perempuan.
Sejumlah mobil dan kendaraan lainnya ikut terseret banjir hingga beberapa meter pada peristiwa tsunami kecil yang menerjang Kota Bandung.
