Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    PLN Pastikan Pasokan Listrik Tetap Lancar Saat Pemeliharaan Gardu Listrik PAM Jaya

    June 7, 2026

    Yuno Menyampaikan Info terbaru Perusahaan Jelang Peluncuran, Memperluas Tim Pemimpin dengan Talenta dari Binance, dan Bersiap Mendorong Pertumbuhan Pasar Prediksi Global

    June 7, 2026

    Research on Rock, Konser Perdana yang Mengangkat Riset Musik Rock dalam Pertunjukan Live

    June 6, 2026

    UGM TRAIL RUN 2026 Usung Konsep Edu Merapi dan Charity

    June 6, 2026

    Mulai 7 Juni, CFD Rasuna Said Kembali Digelar

    June 6, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Belanja Negara di DIY Capai Rp6,2 Triliun hingga Akhir April 2026

      June 2, 2026

      Dorong Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

      May 24, 2026

      Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

      May 22, 2026

      Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI

      May 19, 2026

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Tokoh»Eko Pujianto: Untuk Menjadi yang Terbaik, Tidak Harus dari Terbaik Pula
    Tokoh

    Eko Pujianto: Untuk Menjadi yang Terbaik, Tidak Harus dari Terbaik Pula

    Paulus Yesaya JatiBy Paulus Yesaya JatiJanuary 23, 2017No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    HarianBernas.com – Selain sebagai PNS, Eko Pujianto, S.Ag kini menekuni bidang usaha bersama istrinya, Sulastri mendirikan CV Prestasi yang bergerak di bidang usaha pengadaan barang dan jasa perkantoran dan usaha Toko Alat Tulis Kantor dan Fotocopy Prestasi. Sebelumnya, ia pernah mendirikan lembaga pendidikan dan pelatihan komputer (LPK) bernama Prestasi.

    ?Untuk menjadi yang terbaik, tidak harus dari terbaik pula. Ketika ingin sukses, tidak harus kaya atau  berstatus sosialnya yang bagus. Selama ada keinginan, kemauan, niat yang kuat, cita-cita itu pasti terwujud. Sebuah mimpi bisa terwujud selama kita komitmen untuk berjuang ataupun untuk maju.  Itu yang selalu saya sampaikan kepada teman-teman muda hindu ataupun kelompok umat hindu untuk selalu memiliki keyakinan diri untuk maju dan terus maju. Tanpa seperti itu, kita hanya akan jalan di tempat, sedangkan pemuda-pemuda umat lain sudah begitu kencang berjalan, bahkan berlari. Kalau kita seperti ini terus lalu menjadi apatis dan minder, kapan kita berbuat. Kita harus memiliki rasa percaya diri untuk terus maju,? ungkapnya ke Harian Bernas, Jumat (13/1).

    Dalam hal keluarga besar, di lingkungan keluarga, orangtua menjadi sosok-sosok yang paling mempengaruhi dalam kehidupannya, terutama ibu. ?Saya sangat terinspirasi walaupun Ibu saya itu hanya lulusan SD, tapi niat untuk menyekolahkan anak, niat untuk membekali anak  supaya bisa mandiri, dan bisa memiliki ilmu sangat luar biasa. Bahkan, ibu saya rela bersusah payah, rela hidup sederhana, bahkan miskin agar anak-anaknya berkomitmen untuk bisa sekolah sampai perguruan tinggi supaya nasibnya nanti tidak seperti orangtuanya, tapi bisa lebih. Bila perlu menjadi teladan di keluarga dan masyarakat bahwa orang yang tidak punya bisa sekolah. Dengan dorongan ibu saya, yang saat ini sudah meninggal pada saat kami sudah mulai tahap-tahap menikmati hasilnya, inspirasi dorongan kepada kami luar biasa sehingga kami bisa mencapai seperti saat ini,?tuturnya.

    Pengalaman masa kecilnya, bagi Eko tidak ada yang mengesankan. Ia hanya hidup di kampung dan banyak hal yang tidak didapatkan seperti anak-anak lain. Saat masih kecil, ia masih ingat kejadian di kebun sebelah rumahnya, yaitu kumpul-kumpul orang, umat Hindu di kampung yang ingin membangun Pura. Waktu itu, kakeknya memang aktif sekali menjadi umat Hindusebagai tokoh agama di kampung atau pemangku, yang dituakan umat Hindu di sana.

    ?Saya tanya, ?Kek kok itu dibangun pura. Kan tanahnya Kakek. Kok bisa dibangun begitu?? Kakek waktu itu menjawab, ?Tanah ini Kakek berikan untuk dibangun pura supaya dipakai oleh umat Hindu di sini karena umat Hindu di sini tidak memiliki tanah untuk membangun tempat suci,? ucap ceritanya.

    Waktu itu, ia dikasih tahu sama kakeknya bahwa kita harus bisa memberikan hal yang terbaik untuk kepentingan umat banyak. ?Selanjutnya, disitulah, kami mendapatkan pesan yang terkandung di dalam hati saya. Wah luar biasa nih Kakek saya itu. Dengan sendirinya, saya berkomitmen ingin sekolah dan ingin menjadi pegawai yang aktif di dalam agama. Prinsip kami waktu itu, kalau guru agama Hindu aktif dalam agama Hindu sudah wajar, tapi kalau pegawai atau orang biasa, tapi aktif dalam agama, itu yang bagus,? terangnya.

    Masa-masa kecil, ia hidup bersama kakek dan neneknya karena bapaknya anak tunggal sehingga waktu itu, ia menjadi cucu yang pertama. ?Artinya, sangat dekat sehari-hari dengan Kakek. Dari situlah, bibit-bibit nilai-nilai harmoni atau nilai-nilai sosial yang ditanamkan kakek saya. Sedikit banyak memberikan inspirasi  kepada saya untuk bisa memberikan yang terbaik kepada  orang tua saya supaya orangtua saya yang tidak lulus SD, tapi anaknya nanti bisa memberikan warna berbeda, tentunya menjadi yang didambakan orangtua,? bebernya.

    Cita-cita Ingin Menjadi pegawai Terinspirasi dari Tetangga

    Cita-cita sejak kecil Eko ingin menjadi pegawai karena terinspirasi dari tetangga kampung. Saat itu, ada pendatang seorang pegawai yang enak kehidupannya. Dalam perjalanan waktu, karena pura dekat dengan rumahnya, bersebelahan dengan rumahnya, ia sedikit banyak  melihat dan familiar dengan kegiatan-kegiatan di pura. Di sisi lain, ia melihat tidak ada satupun  umat Hindu di kampung kami yang menjadi pegawai.

    ?Waktu itu, saya ingin sekolah dan ingin menjadi pegawai. Ibu saya sangat mendukung apalagi Kakek saya karena dengan Ibu dan Kakek lebih dekat secara emosional apalagi Kakek tokoh agama di kampung atau pemangku, yang dituakan umat Hindu di sana.  Luar biasa di sini tidak ada umat Hindu yang agak terpandang. Terus saya bercita-cita dan berkomitmen akan sekolah dan ingin menjadi pegawai dengan dukungan Ibu yang bersusah payah, bahkan hutang sana-hutang sini untuk mempertahankan saya bisa sekolah,? paparnya.

    Bendahara PHDI Prov. Jateng (2014-2019) dulu bersekolah dengan tidak memiliki banyak biaya atau orangtua yang mampu. ?Hanya bermodal dari komitmen. Kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak. Ibu berkomitmen sudah gagal untuk sekolah, anak saya harus sekolah. Saya sekolah di STM Solo ketika adik kedua masih di SMP dan adik terakhir di SD. Ketika lulus STM, adik masuk SMP dan SMA yang butuh biaya, tapi saya tetap bercita-cita tinggi untuk kuliah. Saya putuskan waktu itu untuk merantau membantu tetangga yang kerja di luar Jawa, tepatnya di Irian Jaya, Kabupaten Merauke. Saya berjualan alat dapur atau pisau yang uangnya untuk masuk kuliah tahun depan. Dalam perjalanannya, kuliah sempat terhenti karena cukup berat saat adik lulus SMA sekitar semester 5 berhenti di Unmer Malang, jurusan teknik mesin. Kerja di Batam setahun agar adik yang lulus SMP bisa masuk SMA. Setelah setahun, mau pulang mau ke Malang malas. Saya putuskan untuk jalan pintas, kuliah di Sekolah Tinggi Hindu Dharma (STHD) Klaten dan lulus S1 tahun 2003,? paparnya panjang.

    Setelah lulus dari STHD Klaten, ia menjadi pegawai tidak tetap dengan gaji 200 ribuan per bulan dengan sudah menikah. Mengabdi Wiyata Bakti dengan mengajar agama hindu di SMP Sarasvati, Sumber Lawang, Sragen.  ?Belajar agar saat nanti menjadi guru punya pengalaman. Tahun 2004, ada seleksi PNS, saya mendaftar di Kabupaten Karanganyar, tapi gagal.  Sempat mau disuruh ke luar Jawa, entah karena suatu sebab apa, tidak ada panggilan ke sana. Ada formasi lagi untuk pendaftaran guru  Agama Hindu di Sragen dan Semarang. Karena di Sragen sudah banyak yang mendaftar, saya mendaftar lewat Semarang. Januari tahun 2005, saya menjadi PNS. Dalam perjalanannya, sangat luar biasa saat menjadi PNS,?pungkasnya. 

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Paulus Yesaya Jati

    Related Posts

    Gembong Prakoso: Profesional Multidisiplin yang Gabungkan Teknologi dan Layanan Sosial di Indonesia

    March 14, 2026

    3 Profesor Membahas Kiprah Romo Magnis untuk Indonesia

    February 28, 2026

    John Tobing, Pencipta Lagu ‘Darah Juang’ Tutup Usia

    February 26, 2026

    Jenazah Sinuhun Pakubuwono XIII Dimakamkan di Imogiri

    November 5, 2025

    Sisi Lain Dokter Tomo, Lepas Jas Putih Nonton Langsung Balapan di Sirkuit Mandalika

    October 11, 2025

    Dari Hobi ke Prestasi, H. M. Idris Bangun Sentra Ayam Bangkok di Cibinong

    September 27, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    Yuno Menyampaikan Info terbaru Perusahaan Jelang Peluncuran, Memperluas Tim Pemimpin dengan Talenta dari Binance, dan Bersiap Mendorong Pertumbuhan Pasar Prediksi Global

    June 7, 2026

    HOFA Gallery Mempersembahkan Pameran Specimens of Time: The Glitched Sublime Karya Maja Petrić, yang Dibuka selama SXSW London 2026

    June 3, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026

    Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

    April 13, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    PLN Pastikan Pasokan Listrik Tetap Lancar Saat Pemeliharaan Gardu Listrik PAM Jaya

    June 7, 2026

    Mulai 7 Juni, CFD Rasuna Said Kembali Digelar

    June 6, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.