HarianBernas.com – Seno Satrianto kini menekuni bidang pekerjaan di industri jasa perhotelan sebagai hotel manager di The Grove Express Hotel. Dengan motto ?Lakukanlah Pekerjan Itu Sebaik-baiknya?, ia bisa mencapai posisinya saat ini setelah pernah bekerja di banyak hotel. ?Apaun pekerjaan itu lakukan yang terbaik. Dengan melakukan yang terbaik, pasti ada peningkatan, nilai tambah, atau nilai lebih,?ungkapnya ke HarianBernas, Sabtu (15/1).
Ketertarikannya untuk menekuni pekerjaan di bidang hotel, ia dulu menilai dan melihat kalau industri hotel adalah industri yang cukup menjanjikan karena Indonesia memiliki banyak tempat wisata. ?Kalau di pariwisata, bisa jalan-jalan. Dulu saya, pada saat mau memilih kuliah, saya melihat ada satu kampus kok mahasiswanya keren-keren, pakai dasi, lalu saya coba untuk masuk ke sana, kuliah Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, NHI Bandung. Selain itu, passionnya memang ingin di indutsri pariwisata. Dulu inginnya menjadi guide biar bisa kesana-kemari,?terangnya.
Pria kelahiran Jakarta ini pun membagikan pengalaman uniknya selama bekerja sebagai hotelier. ?Dulu saya bekerja di hotel-hotel besar. Senangnya bisa menjamu orang-orang penting sama pejabat-pejabat negara, mantan Presiden SBY dan wakilnya Pak Boediono. Yang dirasakan ada kebanggaan, bisa melayani atau memberikan service kepada orang-orang penting. Yang berkesan, pernah handle untuk Valentino Rossi sekitar tahun 2013 waktu datang di Jakarta. Bisa tatap muka dan jabat tangan karena memang senang lihat balap motor. Saya kayak mimpi, yang biasanya dilihat di televisi, bisa ketemu langsung,? paparnya.
Tentang alasan mengapa terus menekuni bidang pekerjaan di hotel sampai sekarang, ia menjawab bahwa merasa nyaman dan menjadi passionnya. ?Merasa nyaman di perhotelan dan passion memang ada di perhotelan. Passion saya memberikan kesenangan sama orang apalagi orang datang ke Jogja, pasti tujuannya untuk berlibur. Bagaimana mereka senang. Sebisa mungkin ketika mereka datang ke hotel saya, mereka tidak akan kecewa dan menyenangkan. Pada dasarnya, harus senang dulu, lalu nyaman bekerja. Bagaimana bisa memberikan service yang bagus kalau dirinya belum nyaman,? tuturnya.
Untuk permasalahan yang sering dihadapi, ia menjawab bahwa saat ini memiliki tanggung jawab yang memang lebih. ?Untuk kendala, berada di Staf dan karyawan. Pendekatannya harus lebih merangkul mereka karena karyawan adalah aset yang harus dijaga. Kalau hotel bagus, tapi aset berantakan, kepuasan tamu pasti tidak akan terpenuhi. Service kurang bagus, hotel akan sepi. Kalau pagi, begitu saya datang, keliling di setiap departemen untuk menyapa. Menanyakan kabar karyawan. Kalau dimulai dari pagi hari sudah tidak semangat, service tamunya tidak akan maksimal. Tamu adalah customer yang harus dijaga karena mereka yang memberikan income ke hotel. Kalau mereka puas, pasti akan menceritakan kalau hotel ini bagus dan memberikan rekomendasi ke teman dan keluarga,? bebernya panjang.
Dari sisi pemilik hotel, penyuka hobi naik gunung ini menjawab bahwa owner sangat menyupport yang dikerjakan dan percaya penuh untuk mengelola hotel. Untuk itu, komunikasi menjadi sangat penting. Kalau ada komplain dari tamu, ia justru menganggapnya sebagai nilai lebih karena sebagai masukan. ?Kalau tidak ada komplain kita kadang menjadi bingung posisi hotel ini seperti apa, tamu itu senang atau kesal,?imbuhnya.
Untuk tantangannya ke depan, ia ingin lebih bisa memantanaince stafnya dan lebih bisa berpromosi keluar karena semakin banyak kompetitor yang tumbuh di sekitar daerah Timoho ini. ?Itu sebenarnya bukan saingan karena semakin banyak hotel di sini, akan semakin banyak orang yang datang ke sini,? ucapnya.
Ia pun menyebutkan kriteria-kriteria staf yang baik, yaitu disiplin, jujur, ulet, dan mau belajar. Ia pun tak segan untuk memberikan training dan contoh-contoh untuk bisa mejadi hotelier yang baik itu seperti apa. Dalam trainingnya, ia sering membagikan pengalamannya karena sejak tahun 1998 sudah masuk industri perhotelan. ?Karakter tamu itu seperti apa, misal tamu yang check in dan check out berkarakter diam, tapi nulis komentar di media sosial. Itu membuat kita tidak bisa action langsung. Guesst survei juga ada untuk mengetahui pengalaman dan kepuasan tamu. Lalu, skill dari perhotelan itu dan cara menghadapi tamu itu seperti apa,?jelasnya.
Pengagum Ahok ini pun membagikan inspirasinya kepada yang membaca kisahnya ini. ?Untuk mencapai sesuatu yang besar, kita harus sabar. Dsiplin dan jujur. Apapun yang saya kerjakan harus menjadi yang terbaik. Dulu saya memulai dari housekeeping dan bellboy. Namun, saat melakukan bagian saya, saya kerjakan dengan hati dan terbaik,? tuturnya.
Pemilik cita-cita ingin menjadi tentara ini waktu kecil ini menjelaskan tentang bidang pekerjaan ini penting dilakukan dan dibagikan ke masyarakat. ?Cukup penting karena di Indonesia ini, industri pariwisata cukup membantu devisa negara. Dengan kita bisa memaintainance hotel dengan baik, kita bisa memberi kesan kepada pengujung lokal atau asing kalau di Indonesia, kultur keramahannya masih bisa dijaga dan sangat bagus,? katanya.
Ia pun membangun kebiasaan khusus untuk mendukung bidang pekerjaannya ini. ?Yang pertama, saya harus dispilin dan jujur karena industri hotel, industri jasa. Kalau sudah tidak dispilin dan jujur agak susah untuk berkembang dan dampaknya ke tamu sehingga mereka (tamu) tidak akan percaya lagi,? ucapnya.
Sosok Ibu bagi manager hotel ini menjadi sosok yang beperan penting untuk apa yang dicapainya saat ini. Sosok Ibu banyak mengarahkannya dan memberikan masukan, serta menjadi sosok yang paling mendukung. Lingkungannya dulu pun cukup keras. ?Lingkungan tempat saya tinggal, bukan lingkungan yang bagus untuk tumbuh di situ, kegiatannya cuma nongkrong-nongkrong. Untuk itu, saya memutuskan kuliah keluar kota. Cukup efektif karena di Bandung bergaul dengan yang lebih terpelajar,? tambahnya.
Untuk project terdekat, ia ingin bersama-sama owner untuk memajukan The Grove Express Hotel karena dari pihak owner juga ingin sama-sama meningkatkan propertinya, entah membuat properti yang lebih besar atau apa pun.
Untuk impian ke depan, ia ingin terus dipercaya sama owner untuk mengelola properti-propertinya yang dibangun. Dengan bisnis yang dia punya, misal menjadi owner representatif, saya bisa membantu mengelola,? pungkasnya.
