HarianBernas.com – Krishnamurti sosok yang kaya dengan kalimat yang terlihat sederhana, tapi memiliki daya yang membuat hati terhenyak. Selama 13 tahun, sudah lebih dari 2000-an kelas diajarnya di seluruh Indonesia dan luar negeri, misal Hong Kong, Australia, Malaysia, Singapura, dan lain-lain.
Dalam penampilannya, penulis buku-buku motivasi ini memang ingin menjalani kehidupannya sebagai sosok yang sederhana. “Saya ingin sukses itu tetap hidup sederhana sampai saya berhasil bisa mengatasinya. Boleh sukses, boleh kaya, tapi tetap hidup sederhana,” tuturnya kepada Harian Bernas (27/7).
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
Peraih 20 Top Motivator Indonesia versi Warta Bisnis 2003 ini pun tak menyangka bahwa ia akan menjadi mindset motivator. Baginya, perjalanan hidupnya terasa ajaib. Tak terduga. “Pertama tidak nyangka jadi motivator. Saat menjadi motivator itu rasanya ajaib. Ajaibnya, kok jalan hidupnya kaya gini. Namun, suatu saat, saya menyadari itu sebagai talenta dan panggilan karena saya mengamati, menelusur ke belakang, saya itu senang berbagi, saya itu senang ngajar cuma informal gayanya. Seneng ngasih ilmu orang lain. Seneng berbagi, tapi saya nggak suka nyanyi. Malu nggak bisa ngomong ‘r’,” jelasnya dengan berkelakar.
Saat masa SMA, pengagum Mother Theresa ini mesti bekerja membantu orangtuanya berdagang empek-empek karena baru pindah ke Jakarta. Jam empat pagi harus bangun menyiapkan cuka empek-empek. Terkadang cuka dan karetnya kena mata. Pagi-pagi harus sudah mandi, lalu mengantar empek-empek ke pasar-pasar. Naik bus, lalu baru berangkat ke sekolah.
Di sekolah, TOP 5 Motivator Terbaik versi RCTI tahun 2011 banyak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. “Saya ini jago membuat karikatur, olahraga, drama yang paling sering untuk pentas acara Natal, dan baca puisi. Ikut lomba lawak, tapi nggak menang,” bebernya.
Bagi Krishnamurti, Alm.Ayahnya selalu mendukung apa yang dikerjakannya. Ia teringat ketika kecil suka digendong dengan diletakkan di atas pundaknya. Seiring perjalanan hidupnya yang tak selalu mulus, ia baru menyadari bahwa maksud dari Ayahnya agar bisa melihat lebih luas. “3 Motivator Sukses” versi Majalah Intisari Agustus 2007 ini pun teringat perkataan sosok Ibu, “Apapun yang dilakukan saya percaya Krishnamurti.” Mental dan kerja keras Ibu mempengaruhi dirinya.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
Sebelum menjadi motivator, pria kelahiran Palembang ini melakoni profesi programmer, system analyst, dan IT manajer selama dua belas tahun karena latar belakang kuliahnya di Manajemen Informatika di Universitas Gunadharma.
Kartu Nama Pertamanya Berlabel “Emotional Motivation Consultan”
Krishnamurti secara tak menyangka memutuskan untuk menekuni profesi motivator. Mulanya, ia bekerja pada sebuah perusahaan asuransi, lalu sering mendapat pelatihan. Dari sanalah, keinginan kuat menjadi motivator/pembicara itu muncul.“Mungkin kayak pencerahan karena drastis. Oh, saya ini sebetulnya melihat model, bagaimana seorang guru itu bisa sukses. Pulang dari pelatihan ABC (Awareness Before Changes), langsung mutusin. Wah saya harus jadi pembicara. Waktu itu, namanya nggak ngerti. Punya kartu nama, dikasih label Emotional Motivation Consultan. Ngaco-ngacoan itu. Yang penting punya kartu nama dulu,” paparnya ketika memutuskan untuk menjadi motivator.
Karena senangnya berbagi, mengajar ke mana-mana, diundang ke mana-mana, meski tidak dibayar, Krishnamurti tetap senang karena senang dan hobi. Sampai tahun kedua di profesi pembicara, di-interview suatu majalah karena masuk top twenty motivator. “Loh, saya ini motivator. Setelah itu, ganti kartu nama. Mau nulis motivator nggak enak, tambahin mindset menjadi mindset motivator supaya beda dengan yang lain,”jelasnya.
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Selain ingin berbeda, ia pun mengungkapkan mengapa memilih mindset motivator. “Orang itu punya alasan bertindak. Alasannya itu, saya sebut mindset, kenapa ia bertindak. Alasannya diberesin. Saya marah karena ini maka nggak usah marah. Alasan ia bertindak itu apa, alasan mengambil sebuah keputusan apa, alasan berperilaku apa. Bila penyebabnya dibereskan, akibatnya akan berubah,” terangnya.
Seiring waktu, ia baru menyadari mempunyai kemampuan terapi atau healing. The Most Favourite Speaker di “Indonesia NLP Summit 2012” ini banyak membantu seseorang mengubah cara pikirnya untuk mewujudkan apa yang dinginkannya, misal ingin stop merokok, ingin diet, ingin punya uang 1 milyar per tahun, ingin jadi orang kaya, dan macam- macam. “Pertanyaan saya berikutnya, apa yang terjadi sehingga impianmu belum terjadi. Nanti, ada yang disebut mental block sehingga saya kayak membereskan sebabnya. Sebab kamu berpikir seperti ini, akibatnya seperti ini. Kalau sebab diganti berpikirnya berbeda, hasilnya berbeda. Saya punya punya kemampuan/skill di situ,” tuturnya.
Mindset motivator ini pun juga mengungkapkan permasalahan yang sering dihadapi. “Karena sebuah proses, saya punya persoalan mengenai persepsi yang keliru mengenai uang dan value yang berbenturan mengenai sukses. Sukses itu mesti punya mobil, punya ini mewah. Saya nggak cocok. Boleh sukses, boleh kaya, tapi tetap hidup sederhana,” tukasnya yakin.
Ia pun pernah bingung menjadi orang sukses setelah hidup miskin. Diagung-agungin, ditepuk-tangani, dan ada yang minta foto. Pengalaman itu justru merasa membuatnya stress. Jadi artis itu stress. “Saya merasa. Saya ini kayak kamu, orang biasa saja. Pernah jadi orang miskin kok. Pernah jadi kuli pasar. Profesi pertama saya yang dapat duit beneran itu jadi kuli Pasar Cikini,” jelasnya.
Baca juga: 10 Universitas Jurusan Perhotelan Terbaik dan Unggul di Indonesia
Krishnamurti pun membagi inspirasinya, yaitu walaupun hanya melakukan hal kecil yang sederhana selama kita ikhlas, apapun yang kita lakukan itu tidak akan pernah sia-sia. Ketertarikannya dalam lima tahun terakhir adalah training be trainer. Mengajarkan orang menjadi trainer. Menciptakan tool-tools, salah satunya buku untuk memudahkan orang mempelajari mindset. Membuat gameboard agar orang bisa bermain dan berubah cara pikirnya mengenai uang, resiko, serta keberanian mengambil keputusan.
Mindset motivator ini pun mempunyai pengalaman unik selama menekuni karirnya, misal tiket seminar terjual habis, peserta tidak ada yang datang pada tahun 2003 di Jawa Timur karena tiket EO A yang mengundang saya, dibeli habis EO B, tapi tidak dijual lagi. Suatu kali di Hongkong, peserta seminar diusir dari apartemen. Acara dibubarkan karena tim konsumsi berisik saat menumbuk sambal, lalu diikomplain sama penghuni bawah dan diusir. Selain itu, uang honor ditilep EO karena acaranya dianggap jelek.
Krishnamurti pun memiliki project terdekatnya, yaitu menyiapkan sebuah acara di televisi dengan tema “Memotivasi Republik” yang lokasinya di lapangan-lapangan. Ketemu orang, langsung dimotivasi dan diterapi. Impian pemilik hobi menggambar, menulis, dan main catur ini, juga begitu simpel, yaitu buku-bukunya dan game board-nya bisa go internasional.
