KEBUMEN,HarianBernas.com ? Harga cabai rawit merah yang sempat bertahan diatas Rp 120.000 per kg selama 45 hari terakhir ini, kini harga cabai rawit merah menurun drastis. Sebulan lalu harga cabai rawit merah mencapai Rp 160.000 per kg.
Dua hari terakhir ini harganya menurun menjadi Rp 87.500 – Rp 85.000 per kg. Menurunya harga cabai rawit merah tidak disebabkan naiknya permintaan dan meningkatnya pasokan, tetapi menurunnya penjualan.
“Hari Senin kemaren harga cabai rawit merah Rp 87.500, hari ini turun menjadi Rp 85.000 sekilo,” kata Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebumen Siti Masyuroh, SH kepada Bernas Selasa (14/3).
Harga cabai merah besar dan cabai merah keriting, 2 hari terakhir ini tetap Rp 30.000 per kg. Harga cabai rawit hijau juga bertahan 2 hari terakhir ini Rp 44.000 per kg. Pasokan cabai merah besar dan merah keriting, serta cabai hijau besar masih lebih tinggi, dibanding cabai rawit merah..
Pengamatan Bernas di beberapa pasar tradisional, permintaan/penjualan dan pasokan cabai merah besar dan keriting jauh lebih besar dibanding dengan cabai rawit merah. Konsumen sudah mulai terbiasa mengkonsumsi cabai merah besar atau keriting, ketika harga cabai rawit merah harganya membumbung tinggi.
Di Pasar Tumenggungan, Kota Kebumen, Bernas melihat ada pedagang yang terpaksa mengeringkan cabai rawit merah, karena dijual tidak laku, sepekan setelah mendapat pasokan. ?Agar tidak membusuk dijemur,” ujar seorang pekerja sebuah kios di pasar itu, Minggu (12/3).
Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kebumen, Ir Machasin mengatakan, sudah lebih dari 2 bulan terakhir ini tidak ada panen cabai rawit merah di Kebumen.
Tanaman cabai yang banyak dibudidayakan di pesisir selatan Kebumen, lahannya tergenang banjir. Petani tidak berani menanam cabai di lahan tergenang air. ?Mungkin baru Mei tahun ini, ada tanaman cabai disana,” kata Machasin.
