HarianBernas.com – Perang antara Tiongkok melawan AS di Semenanjung Korea ternyata sudah berlangsung lebih dulu di dunia maya. Menurut John Hultquist dari lembaga keamanan internet FireEye, kelompok peretas yang disponsori oleh Tiongkok mencoba menerobos masuk ke dalam organisasi yang terlibat dalam pengembangan sistem pertahanan misil THAAD.
?Tiongkok cukup sering menggunakan taktik spionase siber ketika kepentingannya terancam supaya bisa lebih memahami kondisi di lapangan. Kami punya bukti kalau mereka mengincar setidaknya satu pihak yang terlibat dalam penempatan misilnya,? papar Hultquist seperti yang diberitakan oleh CNN.
Hultquist yakin kalau para peretas tersebut memang berasal dari Tiongkok alias bukan kelompok peretas yang berpura-pura menjadi peretas asal Tiongkok. Menurutnya, bukti-bukti yang didapatkan oleh pihaknya menunjukkan kalau serangan siber ini memang dilakukan oleh pihak-pihak yang berasal dari Tiongkok. Salah satu bukti yang ia ajukan adalah seringnya mereka menggunakan bahasa Tiongkok ketika saling berkomunikasi.
Hultquist menambahkan kalau tujuan kelompok peretas tadi nampaknya bukan untuk melumpuhkan THAAD, melainkan hanya sebatas untuk mempelajari dan memata-matainya. Alasan ia mengajukan pendapat demikian adalah karena tidak ada tanda-tanda upaya penghancuran atau pelumpuhan ketika serangan siber terjadi.
THAAD merupakan sistem pertahanan misil yang dikembangkan oleh AS untuk ditempatkan di Korea Selatan. Tujuan penempatan THAAD adalah untuk menembak jatuh misil-misil yang diluncurkan oleh Korea Utara. Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, penempatan THAAD di Semenanjung Korea hanya akan merusak keseimbangan strategis dan memanaskan situasi di kawasan setempat.
