HarianBernas.com – Remaja melakukan kenakalan bukanlah hal yang aneh dan terbilang wajar. Namun tindakan remaja yang satu ini bisa dibilang sudah melampaui batas. Bagaimana tidak, remaja ini sejak tahun 2016 mengirimkan lebih dari 2 ribu ancaman bom kepada sekolah, bandara, rumah sakit, kantor diplomatik, pusat perbelanjaan, dan pusat agama Yahudi di lima negara berbeda.
Remaja penebar ancaman hoax tersebut diketahui bernama Michael Kadar dan berusia 18 tahun. Ia ditangkap di Israel pada bulan Maret. Penangkapan ini bisa terjadi berkat kerja sama antara aparat Australia dengan Israel.
Kadar sudah menjalani sidang pada hari Kamis (27/4/2017) dan dijadwalkan bakal kembali diadili pada bulan Juni mendatang. Tidak dijelaskan apa motif Kadar melakukan perbuatan meresahkan tersebut. Namun dalam beberapa kasus, Kadar diketahui menerima imbalan hingga 500 ribu dollar dari murid-murid yang ingin sekolahnya menunda pelaksanaan ujian.
Tempat-tempat umum yang menjadi sasaran ancaman terornya tersebar di Amerika Serikat, Australia, Inggris, Selandia Baru, dan Israel. Di Australia sendiri, Kadar diketahui mengirimkan ancaman sebanyak 74 kali. Ancaman yang dibuatnya tersebut membuat sekolah-sekolah Australia harus dievakuasi beberapa kali.
Kadar juga diketahui sempat mencoba memeras politikus Ernesto Lopez dari negara bagian Delaware. FBI sudah mengajukan permintaan resmi supaya Kadar diekstradisi ke Amerika Serikat untuk diadili. Namun permintaan FBI tersebut ditolak oleh otoritas hukum Israel.
