HarianBernas.com – Hari Sabtu (29/4/2017) menjadi hari yang kelabu pagi publik Sunderland. Pasalnya klub kebanggaan kota mereka tersebut harus terdegradasi setelah berada Liga Premier Inggris selama lebih dari 10 musim. Nasib Sunderland dipastikan setelah mereka menelan kekalahan di kandang sendiri dari Bournemouth dengan skor 0-1.
Gol yang menentukan nasib Sunderland tersebut dicetak oleh Joshua King pada menit ke-88. Melalui sebuah skema serangan balik, Ryan Fraser menggiring bola ke kotak penalti Sunderland sebelum kemudian mengopernya ke King yang tak terkawal. Tanpa kesulitan berarti, King menendang bola melewati penjaga gawang Jordan Pickford.
Ketika peluit panjang dibunyikan di akhir pertandingan, suasana muram pun memenuhi Stadium of Light. Sejumlah pemain Sunderland terlihat berjongkok di tengah lapangan meratapi nasib buruk yang menimpa timnya. Suporter Sunderland terlihat tidak kalah sedih dan hanya menatap kosong ke arah lapangan.
Sunderland sekarang terpaku di posisi dasar klasemen dengan hanya mengumpulkan 21 poin. Dengan hanya 4 pertandingan tersisa, Sunderland secara matematis tidak akan bisa menyalip Hull City yang sekarang ini menempati zona aman terbawah di peringkat ke-17 dengan 34 poin. Di pertandingan yang sama, Hull berhasil menahan imbang Southampton tanpa gol.
Terdegradasinya Sunderland seolah menjadi titik nadir dari petulangan mereka di Liga Premier. Pasalnya selama beberapa musim terakhir, Sunderland menghabiskan sebagian besar musimnya dengan keluar masuk zona degradasi. Sejumlah manajer lokal dan asing pun keluar masuk menukangi tim berjuluk The Black Cats tersebut.
Sejak awal musim ini, Sunderland dilatih oleh David Moyes yang sebelumnya pernah melatih Everton dan Man. United. Kepada para wartawan seusai pertandingan, pria berkebangsaan Skotlandia tersebut bertekad untuk tetap melatih Sunderland musim depan dan membawa klub tersebut kembali ke Liga Premier sesegera mungkin.
