JAKARTA, HarianBernas.com – Presiden Joko Widodo resmi sudah melantik komisioner Bawaslu dan KPU periode 2017-2022 pekan lalu. Rapat Perdana antara Komisi II DPR dengan KPU dan Bawaslu pun digelar. Dalam rapat tersebut, Komisi II sebagai mitra kerja KPU dan Bawaslu meminta pemaparan persiapan Pilkada serentak 2018 mendatang.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi II Ahmad Riza Patria di Komplek Gedung Parlemen, Selasa (25/4/2017). ?Kami akan minta paparan terkait persiapan Pilkada 2018. Kita ingin Pilkada 2018 lebih baik dari Pilkada 2017 dan 2015,? ujarnya.
Menurutnya Pilkada 2018 jauh lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan Pilkada 2017. Bahkan pada Pilkada 2018, terdapat daerah-daerah memiliki basis pemilih terbanyak di Indonesia. Misalnya Jawa Barat, Jawa Tengah, dan daerah-daerah yang dianggap rawan. Bahkan pelaksanaan Pilkada Papua pun berada di 2018.
Hal itu pun menjadi perhatian bersama antara penyelenggara Pemilukada dan mitra kerja KPU dan Bawaslu. Pasalnya pelaksanaan Pilkada yang sukses dapat diikuti oleh daerah lain. Bahkan ditingkatkan menjadi lebih baik pelaksanaan di Pilkada daerah lain.
?Terlebih (komisoner) KPU-nya banyak yang baru dan Bawaslu seluruhnya (komisoner) baru. Tentu mereka perlu dapat masukan-masukan dari Komisi II agar mampu mengantisipasi kemungkinan yang baik,? pungkasnya.
