HarianBernas.com – Seorang tentara Jerman ditangkap di Hammelburg, Jerman selatan, pada hari Kamis (27/4/2017) waktu setempat atas tuduhan berniat melakukan aksi teror. Tersangka teridentifikasi sebagai seorang prajurit berusia 28 tahun yang namanya dirahasiakan dari publik. Menurut dugaan awal pihak kepolisian, sang tentara berencana melakukan aksi teror dan mengesankannya sebagai aksi yang dilakukan oleh kaum imigran serta pencari suaka.
Tersangka pada tahun 2015 diketahui sempat menggunakan identitas palsu untuk menyamar menjadi pengungsi Suriah. Dengan modal identitas palsu itulah, tersangka menerima bantuan finansial dari otoritas yang menangani pengungsi dan pencari suaka di Jerman. Pihak keamanan pada waktu itu tidak menaruh kecurigaan sedikit pun kepada tersangka kendati ia sama sekali tidak bisa berbahasa Arab.
Rencana tersangka untuk melakukan aksi teror sendiri sudah dimulai sejak bulan Januari lalu. Ia menyelundupkan dan menyembunyikan senjata api di kamar mandi bandara Wina supaya ia bisa menggunakan senjata tadi ketika waktunya sudah tiba. Rencananya nyaris berantakan ketika ia ditangkap polisi Austria pada bulan Januari. Namun karena tidak memiliki bukti yang cukup, polisi terpaksa melepaskan kembali tersangka.
Tersangka diketahui tidak bekerja sendirian. Ia dibantu oleh seorang mahasiswa berusia 24 tahun yang tinggal di kota Offenbach, Jerman tengah. Ketika rumah mahasiswa tadi digeledah, polisi menemukan benda-benda yang termasuk dalam kategori senjata dan bahan peledak. Menurut laporan yang diangkat oleh Deutsche Welle, rekan sang tentara tadi bersimpati terhadap aliran politik kanan jauh yang mengedepankan sentimen nasionalisme berlebihan.
