HarianBernas.com – Setidaknya 112 orang tewas akibat ledakan bom yang terjadi di luar kota Aleppo pada hari Sabtu sore (15/4/2017) waktu setempat. Demikian pernyataan dari lembaga pengamat SOHR yang berbasis di Inggris. Tingginya korban ledakan terjadi karena ledakan bom tersebut mengenai konvoi bus yang dipadati oleh penumpang.
Konvoi bus itu sendiri diisi oleh warga Syiah dari desa Al-Foua and Kefraya yang sedang dikepung oleh pasukan pemberontak. Berdasarkan kesepakatan antara pemerintah Suriah dengan kubu pemberontak, warga sipil kedua desa tadi diperbolehkan pergi meninggalkan desanya untuk menuju wilayah yang sedang dikuasai pasukan pemerintah Suriah.
Sebagai gantinya, warga sipil dan anggota pemberontak di kota Madaya diperbolehkan pergi meninggalkan kota tersebut. Madaya merupakan kota di dekat Damaskus yang sekarang tengah dikepung oleh pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya. Ketika serangan bom terjadi, warga kota Madaya yang hanya berjarak beberapa mil dari lokasi serangan mengaku mendengar bunyi ledakan.
Konvoi yang menjadi korban serangan tersebut dilaporkan mengangkut setidaknya 5 ribu orang. Belum diketahui siapa pelaku serangan tersebut. Menurut media pro pemerintah Suriah, bom tersebut disebabkan oleh pelaku bom bunuh diri yang mengendarai mobil.
Mayoritas korban tewas berasal dari kalangan warga sipil. Sementara sebagian kecilnya merupakan anggota pemberontak yang mengawal iring-iringan bus. SOHR memperkirakan kalau jumlah korban tewas masih akan terus bertambah.
