HarianBernas.com – Tinggal jauh dari tanah air bukan berarti harus bersikap tak acuh terhadap perkembangan situasi di tanah air. Prinsip itulah yang dipegang oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Auckland, Selandia Baru. Insiden penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan turut menyita perhatian mereka.
Lewat surat terbuka yang dibuat tertanggal 16 April 2017, Yuris Ramadhan selaku ketua PPI Auckland memberikan tanggapannya atas musibah yang menimpa Novel. ?PPI Auckland prihatin setelah mendapat kabar tentang kejadian yang menimpa salah satu penyidik KPK, saudara Novel Baswedan. Kami berharap beliau mendapat keadilan dan perlindungan hukum atas apa yang menimpa beliau dan berdoa atas kesembuhannya,? kata Yuris.
?Serangan fisik kepada salah satu penyidik KPK beberapa saat yang lalu merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak dasarnya sebagai warga negara untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman,? papar Yuris dalam surat yang sama
Kasus Novel Baswedan bukanlah satu-satunya hal yang disorot oleh PPI Auckland. Mereka juga menyoroti kasus-kasus kekerasan yang terjadi di Indonesia akibat terlalu membela kepentingan kelompoknya. Menurut Yuris, penggunaan jalur kekerasan adalah hal yang tidak pantas karena bertentangan dengan hak asasi manusia untuk menjalankan kesehariannya tanpa rasa takut.
Sambil mewakili rekan-rekannya sesama pelajar di Auckland, Yuris pun dalam kalimat penutupnya berharap agar situasi di Indonesia tidak bertambah buruk. ?Kami juga senantiasa berdoa agar NKRI tetap menjadi negara yang aman, tentram, dan menjunjung tinggi nilai-nilai seperti yang sudah ditulis dalam nilai-nilai Pancasila dan konstitusi UUD 1945.?
