HarianBernas.com – Myanmar baru saja menjalani festival air Thingyan. Festival tahunan yang jatuh pada tanggal 14 April tersebut berlangsung selama empat hari. Namun di balik nuansa gegap gempita dan kemeriahan yang berlangsung selama berlangsungnya festival, terselip pula kabar tidak mengenakkan.
Xinhua memberitakan kalau selama berlangsungnya festival, 285 orang tewas dan 1.073 orang mengalami luka-luka. Para korban tersebut tersebar di seantero Myanmar. Yangon menjadi kota dengan jumlah korban tewas terbanyak di mana korbannya mencapai 44 orang.
Dalam periode yang sama, polisi di seluruh Myanmar juga menerima lebih dari 1.200 laporan kasus kejahatan. Laporan yang masuk terdiri dari kasus pembunuhan, pencurian, kecelakaan mobil, penggunaan senjata api ilegal, hingga bentrokan antar kelompok.
Jumlah korban tewas dalam festival tahun ini sedikit lebih banyak dibandingkan festival tahun lalu. Dalam festival air yang berlangsung di tahun 2016, sebanyak 272 orang menjadi korban tewas dan 1.068 lainnya menjadi korban luka.
Thingyan merupakan festival tahunan yang biasanya jatuh pada bulan April. Selama berlangsungnya Thingyan, orang-orang bakal menyemprotkan air satu sama lain di jalanan. Ramainya perayaan Thingyan di sisi lain menyebabkan festival ini rawan disusupi aksi-aksi kejahatan dan penabrakan oleh orang yang sedang berkendara sambil mabuk.
