HarianBernas.com – Warung kaki lima bukan hanya bisa dijumpai di Indonesia. Di Thailand, warung dan toko sederhana yang berjejer di pinggir jalan juga dapat ditemukan dengan mudah. Pemerintah Thailand ternyata menganggap keberadaan warung-warung pinggir jalan di kota Bangkok sebagai hal yang mengganggu. Mereka pun berniat menghilangkan seluruh warung kaki lima di Bangkok pada akhir tahun ini.
Banyaknya sampah yang menumpuk di pinggir jalan dan tergusurnya jalur yang harusnya digunakan oleh pejalan kaki menjadi alasan di balik diambilnya kebijakan ini. Warung emperan yang menjual makanan, pakaian, dan barang-barang imitasi nantinya bakal dilarang berdiri di sepanjang tepi jalanan ibukota.
?Penjual di jalanan sudah terlalu lama menduduki ruang trotoar dan kami sudah menyediakan tempat berjualan secara legal untuk mereka di pasar. Jadi tidak bakal ada toleransi dalam operasi ini,? tegas Wanlop Suwandee yang berposisi sebagai penasihat walikota seperti yang dikutip oleh Deustche Welle.
Warga sipil Thailand di lain pihak menyatakan keberatannya atas wacana kebijakan baru ini. Pasalnya menurut mereka, keberadaan warung makanan di pinggir jalan adalah bagian dari budaya lokal sealigus ciri khas kota Bangkok. ?Jika anda menggusur para pedagang, itu artinya anda menggusur budaya lokal itu sendiri,? kata Chiwan Suwannapak yang bekerja di biro perjalanan setempat.
