HarianBernas.com – Investigasi mengenai kasus bom kereta di St. Petersburg masih terus berjalan. Sejauh ini polisi Rusia sudah menangkap 9 orang dan semuanya teridentifikasi sebagai orang-orang keturunan Asia Tengah. Satu di antara mereka diketahui bernama Abror Azimov yang ditangkap belum lama ini.
Kecurigaan polisi kepada Azimov bermula ketika mereka memeriksa daftar kontak dalam telepon genggam milik Akbarzhon Jalilov. Pelaku bom bunuh diri dalam insiden yang menewaskan 14 orang tersebut.
Dalam daftar kontak tersebut, polisi menemukan nama Azimov di dalamnya. Polisi sendiri akhirnya mengetahui lokasi Azimov pada hari Senin (17/4/2017) ketika ia mengaktifkan salah satu kartu SIM yang baru dibelinya. Azimov pun ditangkap di Moskow pada hari yang sama dan menjalani sidang perdana di hari berikutnya.
Di gedung pengadilan, pengacara Azimov membenarkan kalau kliennya memang terlibat dalam perencanaan aksi bom bunuh diri di St. Petersburg. Namun ia menambahkan kalau kliennya tersebut hanya dimanfaatkan oleh orang lain. Menurut sang pengacara, Azimov hanya menerima instruksi dari seseorang dan kemudian menjalankannya tanpa tahu kalau yang dijalankannya tersebut berkaitan dengan aksi teror.
Insiden bom kereta di St. Petersburg terjadi pada tanggal 3 April ketika kereta sedang melaju di antara dua stasiun. Akibat ledakan tersebut, sebanyak 14 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya mengalami luka-luka. Menurut pernyataan otoritas keamanan Rusia, Jalilov sempat berkomunikasi dengan Azimov sebelum kemudian pergi melakukan aksi bom bunuh diri.
