HarianBernas.com ? Di Indonesia sedang dihebohkan munculnya banyak artis yang menggugat cerai suaminya, padahal baru beberapa bulan menikah. Bahkan, yang sudah bertahun-tahun menikah dan nggak pernah terdengar isu jelek pun ternyata juga menceraikan suaminya. Anda mungkin heran mengapa nampaknya mudah sekali bagi seorang istri untuk menceraikan suaminya.
Dikutip dari National Center for Health, sepertiga dari gugatan cerai yang diajukan berasal dari wanita. Biasanya, para pria menggugat cerai istrinya karena alasan berkurangnya hubungan intim, memiliki kekasih baru, atau merasa jika kebutuhannya tidak diperhatikan lagi. Bagi seorang wanita, alasan untuk menggugat cerai suaminya jauh berbeda dan lebih kompleks. Berikut 5 alasan yang sering seorang istri jadikan untuk menggugat cerai suaminya, yaitu:
1. Tidak adanya lagi hubungan emosional
Bagi seorang istri, hubungan emosional dengan suaminya jauh lebih penting daripada sekedar hubungan jasmani. Sedangkan, kaum pria biasanya menjadi lebih dekat dengan istri karena hubungan intim, seperti hasrat untuk seks. Ketika hasrat itu mengalahkan hubungan emosional tersebut, seorang istri menjadi tidak lagi adanya ketertarikan dengan suaminya. Padahal yang wanita butuhkan itu adalah ketika dirinya diperhatikan dan didengarkan. Bagi para wanita, hubungan di luar menikah itu adalah hubungan emosional dengan suaminya.
2. Perbedaan pendapat tentang urusan keuangan
Ketika seseorang menikah dan mulai menjalani hubungan keluarga, salah satu hal yang paling sensitif adalah soal uang. Hal ini bukan karena berkurangnya dana untuk menghidupi keluarga, tapi lebih kepada pandangan tentang mengatur urusan keuangan. Seorang istri biasanya akan lebih berhati-hati dalam mengelola uang. Ia akan lebih mementingkan menabungkan uangnya, tidak memiliki hutang, dan menanam modal secara konservatif. Bisa jadi hal itu berbeda dengan pendapat suaminya yang ingin lebih mengambil resiko untuk menggunakan uang dengan bebas.
Akan jauh lebih baik jika sejak awal masalah keuangan ini dibahas lebih terbuka dan mencapai kata sepakat agar tidak terjadi hal yang bisa membuat hubungan rumah tangga itu berjalan tidak baik.
3. Suami jarang pulang atau tidak terlibat dalam urusan keluarga
Bagi seorang kepala keluarga, salah satu tugas yang ada di dalam pikiran seoarang suami adalah ia bisa menunjukan dedikasinya secara penuh kepada keluarganya dengan bekerja. Apalagi jika ia adalah satu-satunya tulang punggung dalam keluarganya. Hanya saja, ketika sang suami bekerja terlalu larut hingga malam hari dan berkurangnya komunikasi dengan istri atau anak, lama-kelamaan si istri juga akan bertanya-tanya, apakah suaminya masih memperhatikannya atau tidak. Bisa-bisa istri menjadi stress hanya karena salah komunikasi dan merasa tidak diperhatikan.
4. Tidak mampu menyelesaikan konflik atau pertengkaran
Sudah menjadi hal yang lumrah ketika suatu keluarga atau hubungan suami-istri itu mengalami pertengkaran. Tidak mungkin sebuah pendapat dari dua kepala yang berbeda akan selalu sama. Berpura-pura tidak ada masalah, atau menyembunyikan masalah itu tanpa ada penyelesaian hanya akan membuat konlfik rumah tangga menjadi lebih besar. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah saling mengerti satu sama lain tanpa berpikir satu-satunya jalan yang terbaik adalah saling meninggalkan. Penyelesaian dengan tenang dan bekerja sama untuk menyelesaikan adalah cara agar sebuah rumah tangga dapat diselamatkan.
5. Perilaku suami yang ingin menang sendiri atau merendahkan
Tidak selamanya dalam sebuah pernikahan adalah tentang ?kita?. Ada kalanya ketika sesuatu hal terjadi dibutuhkan pendapat dua orang demi menemukan titik temu suatu masalah. Bukan berarti cinta dan kasih yang muncul dari dalam diri itu untuk mengendalikan pasanganmu. Buatlah seorang istri merasa bahwa pernikahan dan diri Anda adalah rumah yang paling aman untuk kembali. Cobalah ciptakan hubungan emosi dan bukan hanya jasmani saja dengan dirinya maka pernikahan itu akan menjadi jauh lebih baik daripada sebelumnya.
Nah, sekarang Anda tahu kan mengapa banyak istri yang menggugat cerai suaminya?
