HarianBernas.com – Kurang dari dua pekan lagi, Perancis bakal menggelar pemilu presiden. Facebook juga turut sibuk menjelang berlangsungnya pesta demokrasi di negara tersebut. The Local France memberitakan kalau lebih dari 30 ribu akun palsu yang berbasis di Perancis ditutup oleh pihak Facebook.
Kabar tersebut datang dari Shabnam Shaik yang berprofesi sebagai manajer keamanan Facebook. Ia juga menjelaskan bagaimana Facebook mendeteksi sebuah akun sebagai akun palsu. Jika ada suatu akun yang memposting berita serupa secara berulang-ulang, akun tersebut secara otomatis akan terdeteksi sebagai akun palsu dan kemudian ditutup.
?Kami menemukan banyak berita palsu yang diunggah atas dorongan finansial. Sebagai bagian dari pekerjaan untuk menciptakan masyarakat yang tercerahkan, kami berkonsentrasi untuk membuat orang-orang yang tidak jujur menjadi sangat kesulitan dalam mengeksploitasi situs kami dan mendapatkan keuntungan finansial dari situs-situs berita palsu yang memanfaatkan Facebook,? terang Shaik.
Tindakan Facebook ini merupakan tindak lanjut atas kian menjamurnya peredaran berita palsu menjelang pemilihan presiden AS. Munculnya berita palsu semisal klaim kalau tokoh-tokoh Partai Demokrat terlibat jaringan pedofilia di suatu toko pizza disebut-sebut menjadi salah satu alasan di balik kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden AS.
Facebook bukanlah satu-satunya pihak yang sibuk di dunia maya menjelang pemilu Perancis yang bakal dilaksanakan pada tanggal 23 April nanti. Akhir Februari lalu, sebanyak 37 lembaga Perancis dan media internasional mendirikan lembaga CrossCheck untuk membantu memeriksa keabsahan berita-berita yang beredar terkait pilpres Perancis.
