HarianBernas.com – Kondisi di Venezuela semakin mencekam. Krisis ekonomi yang menjerat negara tersebut membuat gelombang aksi protes di ibukota terus bermunculan. Aksi bentrokan antara aparat dan demonstran pun menjadi pemandangan yang kian sering terjadi. Hingga hari Kamis (13/4/2017) waktu setempat, 5 orang dilaporkan tewas dalam rentetan aksi bentrokan tersebut.
Miguel Colmenares dan Gruseny Calderon menjadi dua korban tewas terakhir dalam aksi protes di Venezuela. Menurut kejaksaan Venezuela, kedua pria yang masing-masingnya berusia 36 dan 32 tahun tersebut tewas dalam aksi protes di kota Barquisimeto, Venezuela tengah. Calderon meregang nyawa setelah peluru karet yang dilepaskan oleh aparat menembus paru-paru dan hatinya pada hari Selasa.
Aksi protes di hari tersebut merupakan bagian dari pekan ketiga gelombang aksi protes di seluruh Venezuela. Tidak jarang aksi-aksi demonstrasi tadi berakhir ricuh. Karena aparat Venezuela semakin sering menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan massa, para demonstran pun mulai melengkapi diri mereka dengan kacamata renang, topeng gas, dan kain lap yang sudah dilumuri cuka.
?Sudah waktunya berhenti menjadi miskin dan kelaparan. Aku akan tetap berada di jalanan hingga kami membersihkan pemerintahan ini,? tegas salah seorang demonstran di Caracas yang bernama Rolisber Aguirre. Pria berusia 21 tahun tersebut sehari-harinya berprofesi sebagai desainer grafis.
