HarianBernas.com – Tidak ada sistem yang luput dari pantauan badan intelijen AS. Reuters memberitakan kalau baru-baru ini kelompok peretas yang menyebut dirinya sebagai The Shadow Brokers membeberkan beragam file dan dokumen.
Menurut pakar keamanan dunia maya Shane Shook, dokumen dan file tersebut memperlihatkan kalau badan intelijen NSA membobol dan memata-matai jaringan komunikasi antar bank.
Jaringan komunikasi yang dimaksud dioperasikan oleh lembaga SWIFT. Masih menurut Shook, dokumen dan file yang dibocorkan oleh The Shadow Brokers mencakup kode komputer yang bisa dimanfaatkan oleh penjahat untuk memata-matai jaringan komunikasi antar bank. NSA diketahui memanfaatkan kode ini untuk melihat aliran dana antar bank di Timur Tengah dan Amerika Latin.
Shook menambah kalau NSA juga diindikasikan menggunakan bermacam-macam program untuk melakukan serangan terhadap sistem perangkat yang menggunakan sistem operasi Windows. Ia juga memperingatkan kalau di tangan yang salah, dokumen dan file yang dibocorkan oleh The Shadow Brokers bisa dimanfaatkan untuk melakukan pencurian dengan cara memalsukan aktivitas transfer.
SWIFT yang berkantor pusat di Belgia mengoperasikan jaringan komunikasi dan pengiriman uang antar bank dengan jangkauan internasional. Menanggapi beredarnya kabar tersebut, SWIFT menyatakan tidak ada bukti kalau jaringannya diakses tanpa izin.
Mereka juga menambahkan kalau SWIFT selalu merilis pembaruan keamanan secara berkala. Namun SWIFT tidak menampik kalau jaringan komunikasi lokal yang digunakan oleh sejumlah bank kliennya mungkin menjadi korban pembobolan.
