HarianBernas.com ? Sudah tujuh tahun lebih krisis ekonomi menjerat Yunani. Dampak dari krisis tersebut adalah kian banyaknya kaum usia produktif yang tidak memiliki pekerjaan. Namun hidup harus terus berjalan. Jika tidak ada lagi pekerjaan yang bisa didapat di kota, maka bekerja di desa pun dianggap tak masalah.
Prinsip itulah yang dipegang oleh Alexandros Kleitsas. Hingga tahun 2013, ia bekerja di Athena sebagai pegawai sebuah perusahaan swasta di bidang produk organik. Namun krisis ekonomi yang menerjang Yunani akhirnya turut berdampak pada kelangsungan karirnya. Ia harus kehilangan pekerjaannya dan sempat hidup terlunta-lunta selama dua tahun.
Tidak mau lagi hidup dalam kondisi yang serba tak pasti, Kleitsas memutuskan untuk pergi meninggalkan Athena dan pergi ke desa Kalabaka yang berjarak 4 jam perjalanan di sebelah utara Athena. Kebetulan kakek Kleitsas tinggal di desa tersebut. Di desa kakenya itulah, Kleitsas bersama saudara dan 3 orang sahabatnya merintis kehidupan baru sebagai petani buah zaitun.
?Seseorang harus mulai memproduksi kembali di negara ini. Tidak mungkin kita semua bisa bekerja di sektor layanan publik, dan maka dari itu saya pergi meninggalkan kota,? kata Kleitsas seperti yang dikutip oleh Al Jazeera. ?Saya memulainya dari nol, tanpa tanah ataupun pengalaman.?
Kleitsas sendiri ternyata bukanlah satu-satunya orang yang memiliki pola pikir demikian. Data yang dihimpun oleh Layanan Statistik Yunani menunjukkan kalau antara tahun 2008 hingga 2015, terjadi peningkatan jumlah pekerja di sektor pertanian hingga hampir 2 persen. Separuh dari mereka diketahui berasal dari kawanan perkotaan Yunani. Fenomena tersebut adalah yang pertama kalinya di Yunani selama dua dasawarsa terakhir.
Namun menjadi petani di Yunani sendiri bukanlah pekerjaan yang mudah. Sulitnya mendapat dana pinjaman dari bank adalah kendala utamanya. Krisis ekonomi yang menjerat Yunani kian memperparah situasi tersebut karena sekarang kian banyak bank-bank Yunani yang tidak lagi melayani jasa peminjaman uang.
Beruntung bagi kaum petani Yunani, mereka masih bisa mendapat dana bantuan dari Uni Eropa. Menurut Kementerian Pengembangan Desa dan Makanan Yunani, jumlah pemohon subsidi di bidang pertanian pada empat bulan pertama tahun ini mencapai 15 ribu orang. Naik hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah pemohon di tahun 2009.
? Pertanian adalah masa depan Yunani. Ada daerah-daerah di negara ini yang bergantung sepenuhnya pada sektor pokok,? kata menteri Yannis Tsironis.
