HarianBernas.com ? Kondisi serba terbatas masih membelenggu warga Jalur Gaza. Sekarang mereka harus hidup dengan pasokan listrik yang hanya cukup untuk 4 jam setiap harinya. Namun kondisi buruk tersebut nampaknya bakal bertambah buruk.
Pasalnya Israel pada hari Kamis (25/5/2017) waktu setempat mengumumkan kalau pihaknya bakal memangkas pasokan listrik ke Jalur Gaza.
Jalur Gaza selama puluhan tahun terakhir menjadi sasaran blokade oleh Israel. Pasalnya wilayah tersebut dikelola oleh kelompok Hamas yang selama ini bermusuhan dengan Israel.
Namun supaya warga sipil Gaza bisa tetap menikmati kebutuhan-kebutuhan dasarnya, Israel bersedia memasok listrik ke wilayah yang berbatasan langsung dengan Laut Mediternia tersebut.
Tindakan Israel memangkas pasokan listrik ke Gaza muncul setelah Otoritas Palestina mengumumkan kalau pihaknya bakal mengurangi pembayaran tarif listrik Gaza ke Israel. Pengumuman tersebut dibuat setelah pada bulan April lalu, Otoritas Palestina dan Hamas terlibat perbedaan pendapat mengenai pajak bahan bakar minyak (BBM).
Gaza sebenarnya memiliki pembangkit listriknya sendiri. Namun pembangkit listrik tersebut sekarang hanya beroperasi dari separuh kapasitas maksimumnya akibat terkena serangan udara Israel. Hamas selama ini mengandalkan pasokan BBM dari Israel dan Otoritas Palestina untuk menghidupkan pembangkit listrik tadi. Otoritas Palestina di lain pihak menuduh Hamas tidak membayar cukup uang untuk pasokan BBM tersebut.
Krisis listrik yang tengah menimpa Gaza lantas menuai kritikan dari PBB. ?PBB sudah memperingatkan kalau tanpa menyebut masalah struktural pasokan listrik di Gaza, kita akan menghadapi krisis kemanusiaan,? kata Nickolay Mladenov selaku duta koordinator PBB untuk wilayah Timur Tengah.
Ia lantas menambahkan kalau PBB sudah menyediakan bantuan BBM darurat. Namun bantuan tersebut hanya akan cukup hingga beberapa pekan mendatang. Ia lantas memperingatkan bahwa jika masalah ini terus berlanjut, baik Palestina maupun Israel bakal sama-sama menerima konsekuensinya.
