HarianBernas.com ? Puing-puing bangunan nampak teronggok di tepi kota Beograd, Serbia. Sebelum menjadi puing, bangunan tersebut aslinya adalah masjid yang didirikan oleh komunitas Muslim setempat.
Namun masjid tersebut dihancurkan oleh pemerintah Beograd pada hari Kamis malam (25/5/2017) waktu setempat dengan alasan pendirian masjid tersebut tidak berizin. Balkan Insight memberitakan kalau lokasi masjid tersebut sempat dikeliling oleh polisi hingga hari Jumat pagi.
Muhamed Jusufspahic selaku Mufti Beograd lantas melontarkan kritiknya atas peristiwa tersebut. Lewat akun Facebook miliknya, ia bahkan menyebut penghancuran masjid ini sebagai ?serangan terhadap Muslim di Serbia?. Jusufspahic lantas menambahkan kalau selama setengah abad terakhir, pemerintah kota Beograd selalu menolak wacana pendirian masjid baru di kotanya.
Kritikan juga muncul dari warga Muslim setempat. Di media sosial, mereka menyamakan peristiwa penghancuran masjid di Beograd pada malam hari dengan peristiwa Savamala. Peristiwa Savamala adalah peristiwa yang terjadi pada tanggal 25 April 2016 malam di mana sejumlah orang bertopeng menghancurkan bangunan-bangunan di wilayah Savamala, Beograd.
Dugaan kalau peristiwa Savamala dilakukan oleh orang-orang suruhan pemerintah muncul karena di lokasi tersebut memang hendak dibangun proyek Waterfront yang didukung oleh pemerintah. Seusai terjadinya peristiwa Savamala, demonstrasi besar sempat timbul di Beograd dan peristiwa ini masih menjadi topik perbincangan hangat hingga sekarang.
Serbia merupakan negara Eropa Timur yang mayoritas penduduknya menganut agama Kristen Ortodoks. Fenomena kependudukan serupa juga dapat dijumpai di ibukota Beograd. Namun wilayah Sandzak yang terletak di Beograd barat daya memiliki populasi mayoritas Muslim.
