HarianBernas.com ? Gajah bertarung sama gajah, pelanduk mati di tengah-tengah. Itulah peribahasa yang menggambarkan bagaimna buruknya peperangan bagi warga sipil yang tidak tahu apa-apa. Di Irak, warga kota Mosul terpaksa menjadi pelanduk yang terjepit dalam konflik antara ISIS melawan pasukan Irak dan sekutunya.
Pusat komando militer AS atau CentCom mengakui kalau sepanjang bulan Maret, sebanyak 105 warga sipil di kota Mosul menjadi korban serangan udara AS. Para korban hampir semuanya adalah warga sipil yang kebetulan mendiami bangunan yang menjadi target serangan udara.
Dalam salah satu insiden, pesawat AS menyerang bangunan bertingkat yang digunakan oleh 2 sniper ISIS untuk bersembunyi. Namun serangan tersebut mengakibatkan robohnya bangunan tersebut dan tewasnya warga sipil yang sedang berada di lantai bawah bangunan.
CentCom mengklaim kalau mereka sama sekali tidak memiliki niat menewaskan warga sipil. Mereka juga sudah menggunakan rudal dengan tingkat akurasi tinggi untuk meminimalkan timbulnya korban sampingan.
Menurut laporan yang dirilis oleh CentCom, mereka adalah warga sipil yang dipaksa keluar dari rumahnya sebelum kemudian disuruh berkumpul di dalam gedung-gedung tempat personil ISIS bersiaga. CentCom juga mengklaim kalau ISIS menaruh bahan peledak khusus di gedungnya supaya begitu rudal AS mengenai bangunan tadi, ledakan yang tercipta menjadi jauh lebih besar dan cukup kuat untuk merobohkan bangunan.
Operasi militer untuk membebaskan Mosul dari pendudukan ISIS sudah dimulai sejak bulan Oktober. Dalam operasi militer ini, pasukan darat Irak dan Kurdi dibantu oleh pasukan udara AS. Pemerintah Irak pada bulan Januari mengumumkan kalau seluruh bagian timur kota sudah berhasil direbut dari tangan ISIS.
Namun perang memperebutkan wilayah barat masih berlangsung secara sengit hingga sekarang. Banyaknya jalan dan gang sempit di bagian ini menyebabkan pertempuran berjalan lebih alot.
