HarianBernas.com ? Cahaya matahari menjadi sumber energi alternatif yang kian banyak dilirik. Tidak adanya polusi yang dihasilkan oleh pembangkit bertenaga matahari dan sifatnya yang bisa diakses secara cuma-cuma membuat kian banyak pihak-pihak yang melirik matahari sebagai sumber energi listrik untuk menggantikan bahan bakar fosil.
Abu Dhabi adalah satu dari sekian banyak pihak tersebut. Negara bagian yang terletak di Uni Emirat Arab tersebut berniat membangun pembangkit listrik baru yang bertenaga matahari. Pembangkit tersebut rencananya bakal diberi nama Nur Abu Dhabi (Cahaya Abu Dhabi) dan bakal menghasilkan tenaga listrik sebanyak 1.177 MW.
Jika sudah selesai dibangun, Nur Abu Dhabi rencananya bakal menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar yang pernah ada. Mengalahkan PLTS di Kamuthi, India yang saat ini menyandang status sebagai PLTS terbesar di dunia. PLTS di Kamuthi sendiri baru dibuka sejak tahun lalu dan menghasilkan listrik sebesar 648 MW.
?Ini adalah peristiwa penting untuk perkembangan Abu Dhabi, dan diwakilkan oleh diluncurkannya PLTS independen terbesar di dunia,? kata Abdullah Musleh Al Ahbab selaku presiden otoritas listrik dan air Abu Dhabi seperti yang dikutip oleh Gulf News. Pembangunan Nur Abu Dhabi diperkirakan bakal menelan biaya 3,2 milyar dollar (setara 42,6 trilyun rupiah) dan diharapkan sudah mulai bisa beroperasi pada tahun 2019.
Nur Abu Dhabi sendiri bukanlah satu-satunya proyek PLTS yang tengah dikembangkan di Uni Emirat Arab. Dubai selaku negara bagian lain Uni Emirat Arab sekarang tengah membangun Taman Surya Muhammad bin Rashid Al Maktoum. PLTS ini rencananya bakal menghasilkan daya sebesar 200 MW dan sudah bisa beroperasi pada bulan Maret tahun depan.
