HarianBernas.com ? Kawasan Times Square di New York pada hari Kamis waktu setempat dilanda kepanikan. Penyebabnya gara-gara seorang pengendara mobil menabraki para pejalan kaki di dekatnya. Akibatnya, satu orang tewas dan 22 orang lainnya mengalami luka-luka. Pelaku penabrakan sendiri berhasil ditangkap oleh polisi di hari yang sama.
Dugaan terorisme atas kasus penabrakan ini pun langsung merebak. Pasalnya selama setahun belakangan, kasus-kasus penabrakan membabi buta oleh simpatisan kelompok militan memang kian sering terjadi di kota-kota besar Eropa. Namun dugaan tersebut langsung dibantah oleh polisi New York. Jika penabrakan ini bukanlah aksi teror, lantas apa motif di balik serangan ini?
Berdasarkan penyelidikan polisi seperti yang dilansir oleh BBC, pelaku diketahui bernama Richard Rojas dan berstatus sebagai veteran angkatan laut AS. Saat ditangkap oleh polisi, Rojas meminta polisi untuk langsung menembaknya di tempat. Rojas juga mengaku kalau ia sempat menghirup narkotik jenis mariyuana sebelum melakukan penabrakan.
Berdasarkan pemberitaan media-media setempat, Rojas diketahui memang memiliki riwayat catatan kriminal yang cukup panjang. Tahun 2012, ia menyerang supir taksi dan mengancam akan membunuh polisi. Tiga tahun kemudian, ia ditangkap karena ketahuan mabuk saat mengemudi. Awal bulan ini, Rojas juga kembali berurusan dengan polisi karena sempat mengancam seseorang memakai pisau.
Menurut pengakuan tetangga dan sahabat dekat Rojas, Rojas memiliki masalah kecanduan dengan alkohol sejak pulang dari betugas. ?Jangan menjadikannya seperti teroris atau apapun. Dia melayani negaranya dan ketika dia pulang, tidak ada yang menolongnya. Dia adalah sahabatku. Saya peduli dengannya dan saya merasa terluka,? kata Harrison Ramos yang tinggal satu bangunan dengan Rojas.
Rojas sudah menghadiri sidang perdananya pada hari Jumat waktu setempat. Ia dijatuhi dakwaan pembunuhan tingkat dua, 20 kali upaya pembunuhan, dan penyerangan memakai kendaraan. Ketika Rojas dibawa keluar dari mobil, saksi mata menuturkan kalau Rojas sempat berteriak tidak jelas sambil mengayun-ayunkan lengannya.
