HarianBernas.com ? Otoritas Venezuela akhirnya memberikan tanggapannya terkait penggunaan bom molotov tinja oleh para demonstran. Dalam wawancara dengan stasiun televisi VTV, Inspektur Jenderal Marielys Valdez mengkritik tindakan para demonstran menggunakan bom molotov tinja. Ia bahkan menyebut senjata tersebut sebagai bom biologis yang notabene dilarang dalam hukum internasional.
?(Bom) itu adalah senjata biologis… Penggunaan senjata ini, termasuk tinja, memiliki konsekuensi karena bom tersebut bisa mencemari air. (Bom) ini bukan hanya mempengaruhi orang yang menjadi sasaran, tetapi seiring berjalannya waktu (kuman penyakit dari tinja) bisa menyebar dan menimbulkan penyakit,? jelas Valdez.
Ia juga memperingatkan kalau pengguna bom molotov tinja bisa dijatuhi hukuman yang berat.
Penggunaan bom tinja menjadi sorotan media-media internasional selama sepekan terakhir mengingat benda tersebut bukanlah benda yang lazim digunakan dalam demonstrasi. Di media sosial Venezuela, para aktivis beramai-ramai mengajak orang untuk membuat bom molotov tinja untuk memerangi aparat Venezuela.
?Mereka punya gas (air mata), kita punya tinja?. Demikian bunyi slogan yang digunakan oleh para demonstran di jejaring sosial. Bom molotov tinja sendiri aslinya adalah gelas plastik bertutup yang diisi campuran air dan tinja. Ketika dilemparkan, gelas tersebut akan pecah dan bau busuk yang ditimbulkannya bakal menyebar ke mana-mana.
