HarianBernas.com ? Pernahkah Anda mendengar peribahasa ?Ayam Mati di Lumbung Padi?? Itu adalah peribahasa untuk menggambarkan kondisi seseorang yang hidup dalam kondisi kekurangan kendati hidup di tempat yang penuh dengan kekayaan. Hal itulah yang kini tengah terjadi di Venezuela.
Venezuela dikenal sebagai salah satu negara Amerika Selatan dengan cadangan minyak mentah terbanyak. Ironisnya, negara tersebut justru kini harus mengimpor bahan bakar minyak (BBM) dari luar negeri. Kebijakan ini terpaksa diambil akibat begitu parahnya krisis ekonomi yang tengah menjerat Venezuela.
Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh krisis ekonomi tersebut adalah menipisnya kas yang dimiliki oleh Pemerintah Venezuela. Sampai-sampai Pemerintah Venezuela tidak memiliki cukup uang untuk melakukan investasi dan perawatan fasilitas-fasilitas minyak. Dampaknya, jumlah minyak yang bisa dihasilkan oleh perusahaan minyak nasional PDVSA menjadi terbatas.
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah minyak yang diproduksi oleh PDVSA pada tahun ini 30 persen lebih rendah. Karena jumlah minyak mentah yang dihasilkan di dalam negeri mengalami penurunan, Pemerintah Venezuela pun terpaksa harus mengimpor minyak untuk mencukupi kebutuhan BBM dalam negerinya. Jumlah minyak yang diimpor oleh Venezuela setiap harinya dilaporkan mencapai 150 barel.
Memburuknya perekonomian Venezuela salah satunya disebabkan oleh ketergantungan tinggi Venezuela akan sektor minyak. Ketika harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, perekonomian Venezuela ikut merasakan dampaknya. Gelombang aksi protes mengecam pemerintah pun merebak di kota-kota besar Venezuela. Hingga pekan ketiga bulan Mei ini, jumlah korban tewas dalam rangkaian aksi demontrai sudah mencapai 42 orang.
