HarianBernas.com ? Dewasa ini mata uang bitcoin menjadi mata uang yang kian populer. Karakteristiknya sebagai mata uang virtual menjadikan bitcoin tidak bisa mengalami kerusakan dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi.
Bitcoin juga banyak digunakan oleh pihak-pihak yang ingin melakukan transaksi berskala besar di dunia maya tanpa harus membeberkan identitasnya.
Kian meningkatnya popularitas bitcoin lantas turut berdampak pada kian tingginya nilai alat pembayaran virtual ini. Laszlo Hanyecz adalah contoh nyata dari kasus tersebut. Tanggal 22 Mei 2010, Hanyecz membeli dua porsi pizza dan membayarnya dengan 10 ribu bitcoin. Hanyecz sekaligus menjadi orang pertama yang menggunakan bitcoin untuk keperluan transaksi di dunia nyata.
Jika Hanyecz tahu kalau nilai bitcoin akan membengkak hingga berkali-kali lipat, ia mungkin akan berpikir ulang untuk membelanjakan bitcoin miliknya tersebut. Pasalnya hanya dalam kurun waktu tujuh tahun, uang bitcoin yang dibelanjakan oleh Hanyecz tersebut sekarang nilainya setara dengan 20 juta dollar (setara 266 milyar rupiah)!
Bitcoin sekarang ini memang memiliki nilai tukar yang tinggi. Satu unit bitcoin saja nilainya sudah setara dengan 2.128 dollar. Jumlah tersebut lima kali lipat lebih banyak dibandingkan nilai tukar bitcoin pada tahun lalu yang hanya sekitar 443 dollar.
Charles Hayer selaku pendiri perusahaan CryptoCompare menjelaskan penyebab di balik fenomena membengkaknya nilai tukar bitcoin. ?Jepang sudah menemukan bug pada bitcoin dan ketidakefisienan (bitcoin) di seantero pasar berhasil terungkap. Kegembiraan besar yang tidak masuk akal tengah berlangsung di saat orang-orang Jepang bersaing satu sama lain untuk memasuki pasar bitcoin dan menaikkan harga internasionalnya,? jelas Hayer.
Hanyecz sendiri dalam wawancara di tahun 2013 mengakui kalau dirinya tidak menduga jika nilai tukar bitcoin bakal menjadi kian besar. Pasalnya di tahun 2010, belum banyak pihak yang mempercayai bitcoin sebagai alat pembayaran sehingga ide menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran pizza terlihat sebagai ide yang keren pada waktu itu.
