HarianBernas.com ? Enes Kanter adalah pebasket asal Turki yang bermain untuk klub NBA Oklahoma City Thunder. Ironisnya sebagai orang Turki, ia justru tidak bisa lagi mengunjungi tanah airnya tersebut. Pasalnya ketika ia sedang transit di Rumania pada hari Minggu (21/5/2017) waktu setempat, ia menerima kabar bahwa paspornya dicabut oleh pemerintah Turki.
Kanter yang merasa kecewa akan hal tersebut lantas menumpahkan kemarahannya pada Presiden Turki Recep Erdogan. Dalam konferensi pers yang digelar pada hari Senin, ia menyebut Erdogan sebagai ?Hitler abad ini?. Ia kemudian menambahkan kalau siapapun yang berusaha melawan Erdogan bakal menghadapi pembungkaman.
Nasib yang menimpa Kanter sendiri sebenarnya sudah bisa diperkirakan. Pasalnya Kanter yang sekarang masih mengenyam pendidikan di Universitas Kentucky merupakan pendukung Fethullah Gullen. Gullen adalah ulama berdarah Turki yang tinggal di AS sejak tahun 1999. Ketika terjadi percobaan kudeta di Turki pada bulan Juli lalu, Erdogan menuduh Gullen dan simpatisannya sebagai pelaku upaya kudeta.
Konsekuensi yang menimpa Kanter atas sikapnya tersebut belum sampai di situ. Selama setahun terakhir, ayah Kanter tidak mau lagi menjalin hubungan dengan anaknya. Kanter juga mengaku kalau ia menerima ancaman pembunuhan di media sosial hampir setiap harinya. ?Jika mereka mengirimku kembali ke Turki, mungkin kalian tidak akan mendengar apapun lagi dariku di hari berikutnya,? kata Kanter dalam konferensi pers.
Namun semua perlakuan negatif tersebut tidak membuat Kanter patah arang. Pasalnya ia mengaku menerima dukungan dalam jumlah besar dari para penggemar dan rekan-rekan seprofesinya. Kanter juga berharap suatu hari nanti ia bisa menjadi warga negara AS karena ia sekarang tidak punya kewarganegaraan lagi dan dirinya merasa terharu atas dukungan yang diterimanya.
