HarianBernas.com – Bulan Juni mendatang Mongolia bakal menggelar pemilu presiden. Partai-partai politik setempat pun sudah bersiap dari sekarang untuk mengikuti pesta demokrasi di negara yang diapit oleh Rusia dan Tiongkok tersebut.
Partai Demokrat yang sekarang berstatus sebagai kubu oposisi di parlemen Mongolia mengumumkan kalau Khaltmaa Battulga bakal maju dalam pilpres untuk mewakili partai yang bersangkutan.
Battulga memiliki riwayat hidup yang unik karena di masa lalu pria ini pernah berprofesi sebagai atlet judo profesional. Selepas menjadi atlet, Battulga menjadi pebisnis yang sukses sebelum kemudian menjajal panggung politik Mongolia. Ia sempat menjadi anggota parlemen sebelum kehilangan kursinya dalam pemilu legistaltif tahun lalu. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian hingga tahun 2014.
Dalam pilpres yang digelar pada tanggal 27 Juni nanti, Battulga bakal berhadapan dengan Mieygombo Enkhbold yang diusung oleh Partai Rakyat Mongolia. Sekarang Enkhbold juga berposisi sebagai juru bicara parlemen Mongolia.
Jika pada akhirnya berhasil terpilih menjadi presiden, Battulga berniat mengurangi ketergantungan ekonomi Mongolia dari Tiongkok. Sebagai negara yang tidak memiliki wilayah laut dan sektor industrinya masih dalam tahap berkembang, Mongolia menjadikan Tiongkok sebagai mitra dagang utamanya. Battulga sendiri sebelum ini kerap melontarkan komentar-komentar kritis terhadap Tiongkok.
Mongolia merupakan negara berpenduduk sekitar 3 juta jiwa yang terletak di antara Rusia dan Tiongkok. Negara ini di masa silam termahsyur sebagai tanah kelahiran Genghis Khan. Saat Genghis Khan dan para keturunannya berkuasa, wilayah kekuasaan bangsa Mongol membentang hingga sejauh Eropa Timur dan Asia Barat.
