HarianBernas.com ? Karang Penghalang Besar merupakan salah satu lokasi alamiah yang paling terkenal di Australia. Pasalnya di barisan terumbu karang terbesar di dunia ini, terdapat begitu banyak spesies yang menjadikan Karang Penghalang Besar sebagai habitatnya.
Namun status Karang Penghalang Besar sebagai terumbu karang terbesar di dunia terancam lenyap. Apa sebabnya?
Selama dua tahun beruntutn, koral-koral yang menghuni Karang Penghalang Besar mengalami pemutihan massal. Diperkirakan separuh koral yang menghuni Karang Penghalang Besar sudah berada dalam kondisi mati. Meningkatnya suhu lautan akibat pemanasan global dianggap sebagai penyebab utamanya.
Kompleks terumbu karang yang terletak di utara dan tengah menjadi lokasi di mana kematian massal koral terjadi. Kondisi sebaliknya terjadi di sebelah selatan yang notabene masih aman dari bencana badai dan kenaikan suhu lautan.
Selama beberapa tahun terakhir, wilayah selatan diketahui mengalami pertumbuhan sebesar 40 persen. Namun wilayah selatan dikhawatirkan bakal turut menerima dampak dari kian meningkatnya suhu lautan dunia.
?Jika waktu pemulihannya sangat singkat, maka tidak akan ada lagi karang dalam jumlah besar,? kata Russell Reichelt selaku pemimpin lembaga yang mengelola Karang Penghalang Besar. Ia lantas menyarankan supaya ada upaya untuk membatasi laju pertambahan suhu laut menjadi hanya 1,5 derajat supaya terumbu karang punya cukup waktu untuk memulihkan diri.
Pernyataan Reichelt tersebut diamini oleh anggota parlemen Larissa Waters. ?Adalah hal yang sudah diketahui umum bahwa jika suhu laut naik 2 derajat, kita akan kehilangan karang di seluruh dunia,? katanya. Waters lantas mengkritik kebijakan terbaru pemerintah Australia yang memberikan izin penambangan batubara di Carmicheal. Menurut para aktivis lingkungan, pemberian izin tersebut hanya akan memperparah tingkat emisi dunia.
